oleh

Diknas Kota Bengkulu Belum Terima Buku Kurikulum 2013

Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Rosmayetti.
Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Rosmayetti.

kupasbengkulu.com – Hingga saat dimulainya tahun ajaran 2014/ 2015 dengan Kurikulum 2013 di Kota Bengkulu, Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat belum menerima buku panduan. Hal ini seperti diungkapkan Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Rosmayetti. Dirinya mengatakan hingga saat ini buku Kurikulum 2013 belum diterima, bahkan pihak penyedia buku tidak bisa dihubungi.

“Sudah satu bulan disampaikan namun hingga saat ini kami belum menerima berita apakah buku sudah dikirim atau belum. Dan ini juga sudah kami sampaikan kepada bapak Wamen (Wamendikbud, Musliar Kasim-red) melalui email, serta surat pemberitahuan yang menyatakan belum menerima buku dan belum ada konfirmasi dari penyedia,” ungkap Rosmayetti, Senin (25/08/2014).

Tidak hanya itu, terkait hal tersebut, Dispendikbud Kota Bengkulu juga sudah menyampaikan ke pihak Inspektorat Jenderal yang datang guna memonitoring implementasi Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah Kota Bengkulu beberapa waktu lalu.

“Insyaallah beliau akan menindaklanjuti ke penyedia dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah-red) karena merupakan tanggung jawab mereka,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, penyedia buku Kurikulum 2013 untuk SMA sederajat ditangani tiga perusahaan, antara lain PT. Aksara Grafika, PT. Aksara Graha Pratama, dan PT. Sumber Bahagia Concern. Pihaknya juga sudah berusaha menghubungi via telepon dan menyurati melalui email guna meminta konfirmasi dari pihak terkait namun belum ada respon.

Untuk sementara, sampai buku Kurikulum 2013 diterima, para siswa dan guru masih menggunakan soft copy materi yang digandakan untuk pegangan, sehingga diharapkan aktivitas belajar mengajar tetap terlaksana dengan baik.

“Kalau komplain sih jelas, tapi kami sudah memberikan soft copy materi ke seluruh sekolah agar dapat digandakan sebagai pegangan guru dan siswa sampai buku tersebut datang. Jadi tidak ada alasan bagi siswa dan guru untuk tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ten − 6 =

News Feed