Beranda DAERAH BENGKULU Dinsos Sebarkan S.O.S ‘One Day One Care’

Dinsos Sebarkan S.O.S ‘One Day One Care’

0
kadis sosial
Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial (HKSN) ke 66, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu sebarkan S.O.S (Save Our Souls) “Sehari Berbagi Satu Orang Satu (One Day One Care)”

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial (HKSN) ke 66, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu sebarkan S.O.S (Save Our Souls) “Sehari Berbagi Satu Orang Satu (One Day One Care)”, kepada masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas agar membantu masyarakat yang kurang mampu.

Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional diabadikan dari peristiwa sejarah tanggal 20 Desember 1948, yakni ketika terjalin kemanunggalan TNI dan rakyat persis sehari setelah Agresi Militer Belanda. Keduanya bahu membahu dalam perjuangan bersenjata untuk mengenyahkan penjajahan Belanda.

Disebutkan Kadis Sosial Provinsi Bengkulu, Harnyoto, semakin besarnya kondisi permasalahan sosial yang melanda bangsa ini, maka kesetiakawanan sosial nasional semakin diperlukan masyarakat Indonesia untuk mengatasi dan menanggulangi berbagai macam permasalahan sosial, di antaranya yang menjadi sorotan adalah Program Keluarga Harapan (PKH), kemiskinan, kebodohan, keterlantaran, daerah kumuh, dan putus sekolah.

“Tentunya jajaran pemerintah terutama pemerintah daerah, pemerintah pusat, pengusaha, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), media massa, dan juga semua elemen masyarakat melakukan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan sosial yang timbul saat ini dalam mencapai kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat, dengan jiwa kesetiakawanan sosial turut memberikan dukungan moral dengan tulus,” kata Harnyoto, Rabu (24/12/2014).

Tidak hanya itu, Dinsos juga membagikan bantuan berupa seragam sekolah kepada 150 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 50 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta bahan pokok berupa beras, mie instan, dan minyak goreng kepada 60 keluarga kurang mampu.

“Alangka baiknya apabila kita memulai langkah untuk masing-masing masyarakat yang mampu melayani satu orang dari warga kita yang belum beruntung untuk setidaknya meringankan beban ekonomi mereka,” demikian Harnyoto. (val)