oleh

Dirjen : Bengkulu Miliki Potensial Penghasil Daging

Foto Populasi ternak
POTENSIAL : Provinsi Bengkulu memiliki potensial sebagai penghasil daging. Tampak, Gubernur Bengkulu H JUnaidi Hamsyah, di dampingi Dirjen Kesehatan Hewan Kementerian Perternakan, Syukur Iwantoro Pameran Kontes, dan Lelang Ternak di Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Dari data Statistik potensi peternakan di Provinsi Bengkulu, masih sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dari persediaan Berat Kering (BK) pakan ternak mencapai 3.041.675 ton/tahun. Kondisi ini setara dengan 1.321.272 Aninal Unit (AU). Sementara untuk populasi ternak di Provinsi Bengkulu saat ini baru 145.428 AU. Artinya, populasi ternak di Provinsi Bengkulu masih bisa ditambah 1.176.044 AU.

Selain itu, hasil Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah, dan Kerbau (PSPK) di Bengkulu surplus untuk Sapi dan Kerbau mencapai 7.803. Terkait hal tersebut, Bengkulu memiliki potensial untuk penghasil daging.

”Lahan dan banyaknya pakan membuat Provinsi Bengkulu sangat potensial sebagai sentra penghasil daging,” kata Dirjen Kesehatan Hewan Kementerian Perternakan, Syukur Iwantoro, saat menghadiri Pameran Kontes, dan Lelang Ternak di Bengkulu, Kamis, (12/12/2013).

Potensi ini, lanjut Syukur, berpeluang sangat besar untuk mengembangbiakan hewan penghasil daging. Bahkan, Bengkulu bisa menambah satu juta ekor sapi dan kerbau untuk memenuhi kebutuhan nasional. Selain itu, kata dia, kondisi ini bukan hanya adanya kecukupan lahan pakan, Bengkulu juga dinyatakan sebagai daerah bebas virus Brucella pada sapi.

Di provinsi tetangga atau juga memiliki kecukupan hasil populasi ternak. Hanya saja, ternak tersebyt tidak bisa dijual lantaran belum bebas dari virus Brucella. Sehingga konsumen kurang berminat untuk membeli.

”Di Bengkulu ini dinyatakan bebas virus Brucella pada sapi, makanya setiap hasil daging ternak dari Bengkulu, provinsi lain siap untuk menampung,” jelas Syukur.

Untuk kebutuhan daging secara nasional pada 2014, terang Syukur, membutuhkan sebanyak 570 Ribu ton. Sementara, potensi produksi baru di Indonesia baru mencapai 540 ton. Akibatnya, kebutuhan daging di Indonesia masihkurang 30 Ribu ton.

”Kekurangan kita hanya kisaran 7 persen saja secara nasional. dan saya rasa kita sudah tidak butuh lagi untuk impor daging,” demikian Syukur.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed