oleh

Disebut Angker, 4 Korban Ditemukan Tewas di Wilayah Ini

keadaan rumah duka
Suasana rumah duka Subarno (47)

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Ujung Padang, nama ini merupakan nama daerah atau wilayah perkebunan warga Desa Palak Siring Kecamatan Kedurang dan masyarakat sekitarnya.

Di wilayah Ujung Padang inilah baru–baru ini, Subarno (47), ditemukan tewas mengenaskan akibat tertimpa sebatang pohon Basiah Sabtu, (11/4/2015).

Ataran atau wilayah Ujung Padang ini berada diperbatasan antara Kecamatan Air Nipis dan Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan. Jika berjalan kaki dari Desa Palak Siring Kedurang, untuk sampai ke lokasi ini memakan waktu sekitar 1,5 jam, dengan jarak tempuh 3 kilometer.

Diberi nama Ujung Padang karena lokasi ini berada di ujung Desa Palak Siring Kecamatan Kedurang dan dan ujung Desa Sukarami Kecamatan Air Nipis. Warga desa Palak Siring dan sekitarnya menyebut lokasi ini angker.

Menurut salah seorang warga Desa Palak Siring yakni Dian (48), wilayah Ujung Padang ini merupakan daerah yang cukup angker. Sebab, kata Dian, meninggalnya, Subarno (47), yang ditemukan tertimpa pohon merupakan korban keempat terjadi di wilayah tersebut.

“Sudah 4 orang yang meninggal di lokasi perkebunan yang diberi nama Ujung Padang itu. Kalau sepengetahuan saya pertama kali yang meninggal di lokasi itu yaitu Suhir, dia (Suhir_red) diduga dibunuh orang tua kandungnya sendiri yakni Suwin,” kata Dian.

Diceritakan Dian, Suhir diduga dibunuh orangtuanya dengan permasalahan harta warisan. Saat terjadi cekcok mulut antara anak dan orang tuanya itulah, oleh Suwin ayah kandung Suhir tadi itu, diajaklah Almarhum Suhir naik ke wilayah perkebunan Ujung Padang tersebut. Disitulah Suhir dihabisi nyawanya oleh orang tuanya sendiri.

“Kalau tahunnya saya lupa, tapi bulannya adalah bulan April,” terangnya.

”Yang mengherankan kami warga sekitar sini itu, kenapa Suhir matinya itu harus di wilayah Ujung Padang tersebut. Padahal orang tua maupun almarhum tidak mempunyai sebidang tanah pun atau lokasi kebun di di ataran Ujung Padang tersebut,” ujar Dian.

Kejadian kedua, terjadi dibulan April tahun 1990, ini dialami orang tua saya sendiri, sambung warga yang lain Kukaminto (43).

Dikatakan Kukaminto, ayahnya yang bernama Yuning saat itu pergi memikat burung (cari burung_red) di lokasi yang sama.

”Orangtua saya ditemukan sudah meninggal di lokasi Ujung Padang tersebut, tanpa diketahui penyebabnya,” kata Kukaminto.

Setelah itu, lanjut Kukaminto, kembali memakan korban pada tahun–tahun berikutnya, yakni masih pada bulan yang sama dan lokasi yang sama pula, hanya saja tahunnya yang berbeda yaitu tahun 1996.

Pada bulan April tahun 1996, korbannya adalah sepupu saya sendiri yang bernama Yawardi,.saat itu pergi berburu Rusa, kemudian ditemukan warga meninggal di atas pohon dalam posisi lagi memegang senapan seolah–olah ingin membidik hewan buruannya.

Dan barusan kembali menelan korban nyawa yang dialami Subarno (47),.ditemukan tewas pada Sabtu, (11/4/2015) kondsi tertimpa pohon Basiah yang ditebangnya sendiri.

“Ke-4 korban di wilayah Ujung Padang tersebut semuanya adalah warga Desa Palak Siring Kecamatan Kedurang, dan terjadi pada bulan yang sama yaitu bulan April, hanya tahunnya saja yang berbeda,” ungkap Dian.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

15 − seven =

News Feed