oleh

Dua Kecamatan di Kaur Kesulitan Air Bersih

-Tak Berkategori-2 views

Warga Kaur sedang mengambil air bersih

kaur, kupasbengkulu.com – Cuaca yang panas saat ini membuat beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Kaur kekeringan dan kesulitan dalam mendapatkan air bersih, dengan masalah ini masyarakat akhirnya turun ke kali atau mencari mata air dari perbukitan untuk bisa diminum dan lainnya.

Salah satu kecamatan yang sejak dahulu memang selalu kesulitan air yakni Kecamatan Tanjung Kemuning, masyarakatnya selalu mengambil air bersih di sungai atau di pinggir jalan dimana tempat tersebut mempunyai sumber mata air yang bersih dari perbukitan dan tidak pernah habis meskipun cuaca panas.

Di pingggir jalan lintas ini juga terdapat beberapa mata air yang sudah menjadi tempat masyarakat mandi bahkan mengambil air bersih.

Satia yang merupakan warga Tanjung Iman III mengungkapkan dari dahulu di daerahnya memang selalu kesulitan air.

Tidak hanya dimusim panas, hujanpun warga masih kesulitan air, di daerah ini masyarakat memang punya sumur, namun tidak ada airnya, hanya musim hujan saja sumur tersebut ada air, jika panas sedikit air sumur mulai kering, dan untuk membuat sumur, butuh belasan meter bahkan 20 meter baru terdapat air. Sedangkan untuk air PAM ini belum mengalir.

“Jangankan cuaca panas, hujan saja kita kesulitan air, dan untuk mendapatkan air kita mengambil dan mengangkut dari sungai atau mata air yang ada di pinggir jalan. Dan ini sudah terjadi bertahun-tahun. Untuk air di rumah selain mandi, mencuci baju dan sebagainya kita juga mengangkut air dengan menggunakan jerigen. Karena sudah terbiasa, kami tidak heran lagi bahkan merasa repot untuk mengangkut air yang jaraknya ratusan meter dari rumah,” ungkap Satia.

Tidak heran jika pagi-pagi dan sore-sore di wilayah ini banyak warga yang menenteng ember bahkan jerigen serta menyelendangkan handuk di pinggir jalan. Karena para warga tersebut berbondong-bondong untuk mandi, mencuci dan mengangkut air ke sungai dan mata air terdekat.

Tidak hanya di Kecamatan Tanjung Kemuning, kesulitan air bersih ini juga dirasakan oleh warga Kedataran Kecamatan Maje.

Dimana warganya juga mengambil air di sungai dan Mandi Cuci Kakus (MCK) juga di sungai. Sebagian warga juga ada yang membuat sumur namun itu juga hanya ketika hujan saja yang berisi air, dan bagi warga yang tinggal di dataran rendah mereka dengan mudah mendapatkan air dari sumur, sedangkan warga yang tinggal di dataran tinggi untuk mendapatkan air perlu turun ke sungai, karena sumur mereka tidak berisi air.

“Sumur itu ada, tapi jika hujan saja berisi air, sedangkan untuk cuaca yang panas itu sumurnya tidak ada isinya. Dan kami selalu mengambil air di sungai, bak itu mandi bahan buang air besar. Sedangkan untuk memasak kami harus mengangkut air dari sungai ke rumah dengan menggunakan jerigen,” tutup warga Kecamatan Maje, Erna.(mty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 × 3 =