oleh

Dua Pejabat Pemkot Bengkulu Teridentifikasi NAPZA

BNN KOta saat memeriksa hasil tes urin para pejabat Pemerintah Kota Bengkulu
BNN Kota saat memeriksa hasil tes urin para pejabat Pemerintah Kota Bengkulu.

Bengkulu, Kupasbengkulu.com -Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu mengelar test urin terhadap pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu, Jumat (22/04/2016).

Para pejabat yang di periksa mulai eleson II, III  hingga IV. Walikota Bengkulu Helmi Hasan, Wakil Walikota Bengkulu Patriana Sosialinda serta Sekretaris Kota Bengkulu Marjon juga ikut melakukan test urin.

Dari hasil test tersebut, diperoleh hasil, ada dua pejabat yang positif teridentifikasi menggunakan Narkoba. Sementara pejabat yang tidak hadir empat  orang.

Kabag Humas Kota Bengkulu, Salahuddin Yahya sesaat setelah tes urin mengatakan, dari sekian banyak yang dilakukan tes urine, memang ada dua  orang pejabat  eselon III yang  terindetifikasi positif. Mereka itu eselon III.

“Untuk menyatakan apakah positifnya itu karena penggunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lain (Napza-red) atau sebelum dites yang bersangkutan mengkonsumsi obat, maka perlu pengkajian mendalam,” jelas Salahuddin udai pemeriksaan 287 pejabat dari berbagai eselon.

Nantinya, kedua orang ini akan dilakukan tes urin kembali, dengan menggunakan alat yang lebih spesifikasi, dalam mengidentifikasi penggunakaan Narkoba.

“Apabila dalam proses tes ulang, menggunakan alat yang lebih dari hari ini dan hasilnya akan dibawa ke laboratorium, masih juga terindikasi serta dilakukan wawancara, maka pemerintah kota akan memberikan sanksi tegas,” tegas Salahuddin

Kepala daerah nantinya akan menentukan sanksinya, seperti apa yang akan diberikan terhadap kedua orang tersebut.

“Pemerintah kota juga bertanggungjawab terhadap ASN kota Bengkulu. Asalkan ketika dia tidak pengedar, pemerintah bertanggungjawab, akan melakukan rehabilitasi. Ini agar  jangan sampai terus menerus mengkonsumsi Napza, sehingga tidak berdampak mempengaruhi lingkunganya maupun dirinya sebagai pelayan publik,” jelas  Salahuddin (Cr3).

News Feed