oleh

Dugaan SPPD Fiktif, Enam Tahun Tak Berujung

KAJARI Curup
Rejang Lebong, Kupasbengkulu.com– Perjalanan kasus dugaan korupsi penggunan dana rutin SPPD DPRD Rejang Lebong, Tahun anggaran 2010, hingga kini tak kunjung usai.

Kasus yang sudah memasuki tahun ke enam ini, sebelumnya baru menetapkan satu orang tersangka, SL (50) yang merupakan mantan Sekretaris Dewan (Sekwan), era 2010. Saat ini, SL sudah ditetapkan sebagai tersangka lebih dari satu tahun, namun kasus ini tidak juga tuntas dalam penindakannya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Curup, Eko Hening Wardoyo, Selasa (7/6/2016) menegaskan, kasus tersebut masih terus ditangani.

Pasca menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana rutin, item SPPD Dewan Tahun anggaran 2010 di Sekretariat DPRD Kabupaten Rejang Lebong, hingga saat ini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Curup masih belum menuntaskan kasus yang ditanganinya sejak Tahun 2011lalu.

“Kasus SPPD Fiktip ini masih terus berjalan dan masih dalam proses penyidikan,” kata Eko.

Sebelumnya, juga disebut masih akan ada tersangka lainnya yang ditetapkan, selain SL. Namun, sejak penetapan SL sebagai tersangka pada bulan Juni 2015 lalu, hingga kini belum ada tersangka lain yang ditetapkan.

Sementara itu, SL juga tidak ditahan, lantaran selama pemeriksaan perkara, katanya berlaku kooperatif, tidak akan melarikan diri dan tidak akan menghilangkan barang bukti, serta mendapatkan jaminan dari keluarganya.

Padahal dala pengungkapan kasus, SL penyidikan menemukan hasil audit kerugian negara oleh BPKP Bengkulu, dalam penggunaan dana rutin DPRD Rejang Lebong Tahun anggaran 2010 senilai RP 5,7 Miliar. Kerugian senilai Rp. 770 Juta. Dari angka tersebut,  Rp 370 Juta diantaranya telah dikembalikan ke kas negara. (vai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed