oleh

Eksplorasi Migas Telan Dana Rp 1,9 Triliun

migas
Foto bersama saat mengecek eksplorasi di Blok Bengkulu 1

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah bersama Dirjen Migas dan Kepala SKK Migas tinjau kegiatan eksplorasi migas laut dalam di blok Bengkulu 1 mentawai didampingi Presiden dan General Manager Total E dan P Indonesia Mentawai B.V (TEPIM), Hardy Pramono, Sabtu (23/8/2014).

Hardy menjelaskan, kegiatan pengeboran ini dimulai sejak 8 Juli 2014 lalu, yang berlokasi di lepas pantai Provinsi Bengkulu, yang berjarak sekitar 75 km dari garis pantai. Dengan kedalaman laut 1.000 meter.

”Diperkirakan pengeboran akan berlangsung mencapai 90 hari,” kata hardy, Sabtu (23/8/2014).

Ditambahkan Hardy, kegiatan ini merupakan kegiatan penuh tantangan teknis dan beresiko tinggi karena wilayahnya masuk kedalam kategori frontier.

”Ini merupakan bentuk tekad total, untuk menemukan cadangan-cadangan migas baru di Indonesia,” jelas dia.

Junaidi Hamsyah mengatakan, dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Bengkulu, sangat mendukung, dengan adanya kegiatan eksplorasi migas ini. Selain itu, kata dia, akan membuka pintu untuk semua investor yang mau menanamkan modalnya di Bengkulu. Ia menambahkan, dari kegiatan ekplorasi migas ini, setidaknya menelan biaya sebesar Rp 1,9 Triliun yang sama sekali tidak menggunakan dana APBD ataupun APBN.

”Kita sama-sama berdoa agar di tempat yang sedang kita lakukan eksplorasi migas ini nanti memang terdapat kandungan migasnya,” demikian Junaidi.(tea)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × 2 =

News Feed