oleh

Fit and Proper Test, Bando ‘Pamer’ Markas Besar ke Nasdem

Bando AminKota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Bupati Kepahiang, Bando Amin, menjalani fit and proper test penjaringan calon kandidat gubernur Bengkulu 2015. Namun berbeda dengan sebelumnya, fit and proper tes ini dilaksanakan di lantai VI gedung ‘Bando Building’, yang merupakan markas besar atau posko utama pemenangan Bando Amin.

“Saya memang sengaja minta fit and proper test dilaksanakan di sini, karena ini sangat tepat saya kira. Sekaligus ingin menunjukkan bentuk keseriusan saya maju Pilgub 2015,” terang Bando, Jumat (13/03/2015).

Bando mengatakan dalam fit and proper test tersebut hal-hal yang dipertanyakan antara lain terkait visi misi, kesiapan, komitmen, dan prioritas dalam mencalonkan diri, serta kejelian dalam membaca potensi yang ada di Provinsi Bengkulu. Bando pun mengatakan dirinya yakin dapat diusung oleh Partai Nasdem maupun PDIP yang dikabarkan berkoalisi.

“Saya yakin berpeluang untuk diusung kedua partai tersebut. Hingga saat ini pun setelah saya cek di DPP PDIP, mereka belum menenyukan nama. Kenapa bisa terdengar kabar PDIP sudah menentukan kandidat?,” katanya.

“Insyaallah saya juga akan tetap dengan pasangan saya (Djajusman-red), kalaupun partai pengusung nanti minta yang lain, baik-baik kita tanyakan alasannya dan saya pun rasanya tidak ingin merubah pasangan,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini Bando juga diberikan pertanyaan terkait kepala daerah baru yang sering melakukan ‘bongkar pasang’ pejabat. Bando pun tak menampik bahwa dirinya juga akan melakukan hal demikian jika nanti terpilih menjadi Gubernur Bengkulu.

“Kalau tidak becus ya tentu akan ganti SKPD jika nanti saya jadi gubernur. Saya ingin bentuk SKPD yang benar dan memiliki kemampuan yang memadai,” ujar Bando.

Sementara, wakil ketua penjaringan DPW Nasdem Bengkulu, Asmawi Sayidinah mengatakan sejauh ini sudah ada lima kandidat yang menjalani fit and proper test. Mereka ingin mencari kandidat yang dapat membuat perubahan bagi Bengkulu, khususnya dalam menangani masalah ekonomi masyarakat.

“Yang terpenting bagaimana mereka bisa meyakinkan kami bahwa mereka mampu membuat perubahan di masyarakat, dari ekonomi kapitalis ke ekonomi kreatif. Harus ada gregetnya,” tandasnya.(val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

two + three =

News Feed