oleh

Girik Cik: Cagub yang Bedegub

By: Cik Ben
Pemilihan Gubenur Bengkulu tinggal menghitung bulan lagi. Dapat dipastikan, para peminat jabatan politik ini akan lebih dari dua pasang calon. Apakah niat dan tekad para calon untuk jabatan politik iu murni pengabdian? Tanpa niat mencari pundi-pundi, guna kepentingan pribadi?
Pertanyaan diatas mungkin seperti tidak mencerminkan  pemikiran intlektual. Terserahlah, tapi realitasnya pertanyaan semacam itu di masyarakat. Mereka juga sadar, ini dunia nyata, bukan dunia khayal. Yang jelas, sebagai warga Provinsi Bengkulu, ‘fardhu a’in’ mempertahankan gubenur yang bukan ‘kaleng-kaleng’.   Tetapkan pilihan pada  Cagub yang bedegub.
Di masyarakat ada pertanyaan, kenapa kita mesti memilih seorang intlektual sebagai Gubenur Bengkulu mendatang? Bukankah sosok seperti itu  ‘terlalu’ untuk gubenur sekelas Provinsi Bengkulu? Mungkin Si Penanya itu  sedang lapar, atau kebanyakan makan pendap.
Apa dan siapapun di negara demokrasi ini, boleh mengutarakan pendapat. “Asal jangan nyinggung nden. Kalu nyingung, plisi lawannyo. Makan nasi becentong di Bentiring klak”.
Kalau Cik disuruh ngejawab, maka jawabnya juga sama dengan pertanyaan standar bahasa yang digunakan Si Penanya. Apakah Si Penanya, cemburu kalau misalnya Rohidin Mersyah yang kini belum memutuskan untuk menjadi Cagub itu seorang intlektual? Apakah penanya mau seperti Gubenur Bengkulu,  seperti gubernur di periode sebelumnya? Apakah karena Rohidin Mersyah itu melakukan konsep pembangunan yang spektakuler di negerinya sendiri? Misalnya.
“Terlepas dari itu, Cik Tau tapi Cik Slow. Cik litak kalu begonta-ganti manjang gubernur, idak sesuai jadwalnyo. Kalu beganti gubenur kelak, beganti pulo konsepnyo. Ujung-ujung idak ado nangselesai. Eloklah cubokan daulu nangado kini dekek konsepnyo, suruh enyo lanjutkan. Apolagi Gubenur Rohidin baru definitif kekiro delapan bulanan”.
Soal gubenur sempat di fitnah, dibuli  itu soal biasa.  Resiko jadi gubenur. Yang tidak biasa itu kalau hal itu tidak pernah ada. Itu namanya gubenur antara ada dan tiada.
Kalau ita mau neral dan obyektif, pertanyaanya adalah, seperti apakah idealnya Gubernur Provinsi Bengkulu mendatang? Pertama, paling tidak dia harus seorang intlektual. Ini baik supoirt bagi generasi muda. Putra terbaik Provinsi Bengkulu. Tidak pernah terlibat masalah dengan hukum.  Punya niat dan konsep baik untuk membangun Provinsi Bengkulu. Terakhir sakinah, mawadah, warahmah.
“Tapi yang terpenting jadilah gubenur mendatang,  kalu pacak, negara jangan rugi, kito dapek dikit”.
*Wartawan tinggal di Bengkulu   
The post Girik Cik: Cagub yang Bedegub appeared first on kupasbengkulu.com.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed