oleh

Girik Cik: Pekau Soal Festival ‘Sastra Bengkulu’

Mendadak  pekau soal sekelompok orang yang akan mengadakan Festival ‘Sastra Bengkulu’ (FSB) di Bengkulu kota. Petanyaan hanya dua. Kenapa, mengapa ditolak, serta siapa mereka  itu?
Tapi nantilah soal itu kita jawab. Yang jelas kita mau mencoba “Setto-Setto Nasik Idak Bekuah”. Mau numpang komentmaksudnya. Asal saja jangan sampai “Nasik abis kito makan kuahnya” saja.
Masalahnya adalah, sekelompok orang itu mengadakan festival, dengan menobatkan oang-orang yang di Bengkulu sendii tidak dikenal, tapi dapat fahami maksudnya. Apa itu? Cik Tau tapi Cik Selow,  Selip-Selip Cik Pecci Jugo.
Sastra secara etimologi berarti teks yang mengandung instruksi, ajaran  atau pedoman. Dalam Bahasa Indonesia, merujuk pada kata  “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Ini kata literatur yang terbaca. Kalau teminologinya terserah siapa saja. Yang jelas itu  bagian dari budaya manusia dalam tulisan dan lisan yang  punya arti dan rasa indah bermakna.
Itu paparan umum. Bagaimana  dengan sastra yang dibelakangnya ada  nama Bengkulu? Inilah aka kepekauan, heboh menolak yang dilakukan  para pengiat sastra di Provinsi Bengkulu ini. Seakan-akan mereka melihat mahluk Ufo, mahluk dai luar angkasa yang mendadak muncul di Bumi Rafflesia.
“Tegelejat- lejatlah tobotu pengiat sastra yang ada”. Maaf, Cik endak cuba-cuba besastra pula. Bulihkan  Bro?
Baiknya para panitia FSB, pertama,  melakukan koodinasi, tabik-tabik sesuai adat dan budaya yang ada di Bengkulu kepada sesama pengiat sastra. “Jangan trabas belep ajo biar idak pekau”.
Kedua  paa peserta yang diajak festival itu memang pengiat, pencinta Sastra Bengkulu. Yang dikuatirkan adalah, mereka yang ada tidak pernah membuat karya sastra tentang kebengkuluan. Ironisnya lagi, mereka tidak tahu apa itu Bengkulu dan bagaimana Sastra Bengkulu itu sendiri. Kalau benar dugaan itu, makan MCKLDI namanya alias tragedi kaleng-kaleng rombeng yang dipungut  KUGERBAS.
Perlu diingat, Sastra Bengkulu hanya karya sastra yang konsennya hanya tentang Kebengkuluan dan pegulatannya, ‘baktukak dekek kain buruk’.
Wartawan Tinggal di Bengkulu
 
The post Girik Cik: Pekau Soal Festival ‘Sastra Bengkulu’ appeared first on kupasbengkulu.com.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed