oleh

Girik Cik: Penjajah, Siapa Itu?

Sudah  puluhan tahun terhujam di pemikiran kita soal kata penjajah (Kolonial/Invander). Sang penjajah itu Belanda, Inggris, Prancis dan Jepang.
Entah apa sebabnya stigma diterima mereka sebagai penjajah. Apa mungkin saat datang ke nusantara ini, Belanda dan Inggris menembak mati orang di nusantara? Apa karena Prancis buat kacau nusantara kaena perang sama Inggris? Apa  karena Jepang ‘memeci’ paksa perempuan nusantara?
Tak tahulah kita. Yang jelas kata itu muncul, mereka adalah penjajah Indonesia, bukan nusantara. “Ini merupakan ungkapan, cerita lama bersemi kembali. Bengkulutermnya, Cik Tau, Tapi Cik Slow”.
Dulu Cik pernah bilang, “Jangan melestarikan kebohongan sejarah. Biarlah legenda saja kita bohongi”.
Kita lepaskan istilah penjajajahn ekonomi. Mari kita bicara fisik lebih saja. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan, Penjajah adalah: Bepergian keluar masuk suatu daerah (negeri dan sebagainya) dari kota ke kota, dari desa ke desa:  Menguasai dan memerintah suatu negeri (daerah dan sebagainya)
Ada juga kamus umum mengatakan, penjajah adalah  orang yang terlalu menguasai (Menindas dsb) orang lain (bawahan dsb). Sampai disini kita cukup pusing, seperti seseorang yang kekurangan nikotin.
Cik sebelumnya tabik-tabik dulu pada adik sanak, karib kerabat, mungkin yang dimaksud penjajah itu setelah negara kita merdeka. Bukan sebelum. Kalau begitu saat agresi Belanda kedua yang ‘membonceng’ sekutu. Itu yang disebut penjajah. (Untung sekutu. Cubo kalu enyo membonceng duo atau tigokutu! Apo idak tegatal kito?
Pertanyaan berikutnya adalah, bukankan awalnya nusantaraini tidak ada? Bukankah kita bukan Ras induk yang tiba lebih dulu di nusantara ini?  Lantas apakah kita yang datang, mengambil, menguasai, itu bukannya penjajah namanya? Egosentriskah kita?
Wartawan tinggal di Bengkulu
The post Girik Cik: Penjajah, Siapa Itu? appeared first on kupasbengkulu.com.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed