Jumat, September 30, 2022
Array

Girik Cik: Pesak Itu indah

Baca selanjutnya

By: Cik Ben

Seorang  filosof lokal menghela nafas panjang sembari bilang, “Pesak itu indah”. Pesak atau lagi susah, miskin, buntu itu dikatakannya indah. Tentunya ucapan yang keluar spontan itu mengagetkan para muridnya.

Para muridpun mulai berdiskusi. Kalau pesak itu dikatakan indah, apakah kaya itu tidak indah? Atau  mungkin semakin indah?

Pernyataan filosof itu tentunya tidak realistis atau mungkin polesan bibir, pemikiran yang terbalik. Para murid ingin meminta penjelasanpun belum mendapat momentum. Tidak untuk  Bung Adul. Ia berpendapat statemen, “Pesak itu indah” itu tidak perlu dipertanyakan. Pikirkan saja sendiri bila ingin mengkaji. Karena itu dua merupakan dua kalimat yang berbeda secara wujud. Pesak itu soal fakta, dan indah itu soal rasa.

“Mungkin saja filosof itu memang lagi susah dan kalimat tadi hanya ingin membesarkan hatinya saja”, ujarnya pada temannya.

Kalau benar pesak itu indah, maka tak akan ada ucapan indah yang terlontarkan. Keindahan itu tak akan pernah terucap, kecuali berupa pujian.

Sang Filosof rupanya mendengar para muridnya sedang berdiskusi. Sembari sumringah, filosof lokal  itu duduk di tengah para muridnya. “Tak ada kedustaan dengan kalimat itu. Pesak itu memang indah”, katanya.

“Kalau begitu, tidak juga salah kalau ada pernyataan kaya itu indah”, celetuk Bung Adul.

Filosof lokal itu mengangguk-anggukan kepalanya, sembari  meminta sebatang rokok milik muridnya. “Tidak ada yang keliru di muka bumi ini. Pesak atau tidak itu sama saja. Sama dengan membeli rokok dan meminta rokok yang barusan saya lakukan”.

Lantras  apakah kalian akan bertanya, “Kalau begitu kenapa tuan filosof tidak beli saja, kalau benar membeli dan meminta rokok itu sama saja!  Saya tidak membeli, karena meminta itu sama dengan membeli. Saya tidak kaya, karena pesak itu sama dengan kaya”.

Mendengar itu, hanya Bung Adul yang beranjak dari duduknya sembari ngedumel, “Filosof model apa ini? Ini filosof mancukladi namanyatu”, katannya dengan gaya bicara orang bagian barat Pulau Sumatra.

*Wartawan tinggal di Bengkulu      

Kapolres Mukomuko Imbau Warga Laporkan Peredaran Obat Terlarang dan Miras

Kupas News, Mukomuko - Dalam rangka kunjungan kerja di wilayah hukum Polsek Mukomuko Utara, Kapolres Mukomuko AKBP Nuswanto, Rabu, menggelar Forum Diskusi Situasi kamtibmas...

Forkopimda Sepakat Legalkan Aktivitas Pemungutan Limpasan Batu Bara

Kupas News, Kota Bengkulu - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu serta Aparat Penegak Hukum (APH) Wilayah Hukum Bengkulu, sepakat mendukung Pemerintah Provinsi...

Polisi Tangkap Wartawan Gadungan Usai Peras Kelompok Tani

Kupas News, Rejang Lebong - Seorang wartawan gadungan mengaku dari media Tribun Tipikor berinisial SE (40 tahun) terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan...

Bengkulu Targetkan Bebas Rabies Tahun 2030

Kupas News, Kota Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menargetkan provinsi Bengkulu terbebas dari Penyakit Rabies. Penyakit rabies merupakan penyakit yang dapat menular dari...

Bantuan Alsintan Gratis untuk Petani Bengkulu

Kupas News, Bengkulu – Program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang sempat terhenti 2 tahun terakhir akibat terjangan pandemi COVID-19 kembali dijalankan. Salah...

Terbaru