Home » Resonansi Dan Cerpen » Girik Cik: Pulau Tikus dan Longok-longok Aja

Girik Cik: Pulau Tikus dan Longok-longok Aja

by Kupas

Kini apalagi. Pemerintah Kota Bengkulu sudah terima hibah Kapal Banawa Nusantara 96  dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Katanya, untuk sarana transportasi menuju tempat wisata Pulau Tikus.
Sekedar kembali mengingatkan, Pulau Tikus dari zaman dahulu,  merupakan  salah satu destinasi wisata favorit. Khususnya ditahun 80-an, saat lembaran atau hari besar tiba. Wisatawan dari luar Provinsi Bengkulu acap berkunjung kesana. Jadi bukan hal yang baru Nden.
Pulau Tikus juga selama ini, memang menjadi areal para nelayan untuk mencari ikan, karena kaya akan ikan karangnya. Selain itu pulau tikus merupakan tempat nelayan singgah, bila mendadak terjadi badai.
Tentunya dengan dihibahkannya kapal, kini wisatawan diharapkan dapat lebih lancar, nyaman  melancong kesana.
Pertanyaannya adalah, apakah hanya melancong dengan melongok-longok saja? Kalau itu dilakukan, di pulau terluar di Indonesia juga bisa dilakukan.
Masalahnya, apa yang akan ‘dijual’ untuk satu Pulau Tikus itu?  Keindahan bawah dan biodata lautnya? Itu bisa saja. Cik raso itu idak cukup nden. Ngapo idak historis dan budayo nangpernah ado di Pulau Tikus itu sendiri diangkek. Kan katonyo untuk menaikan kepariwisataan Kota Bengkulu?
Tempek iktikaf seperti kecek Wali Kota Bengkulu, itu buli jugo. Cumam takutnyo kelak wisatawan nangbepasangan, beagamo lain,  idak dan segan jadi melancong ke Pulau Tikus. Apolagi para ‘ikan hias’ nang cok malam-malam ado di kafe-kafe atau tempak wisata di Kota Bengkulu. Takutnyo kelak, di Pulau Tikus banyak orang iktikaf, banyak pulo orang khilaf. Paham sanak tukan?
*Wartawan Tinggal di Bengkulu      
The post Girik Cik: Pulau Tikus dan Longok-longok Aja appeared first on suaramelayu.com.

You may also like

Leave a Comment