Home » Resonansi Dan Cerpen » Girik Cik: Pulau Tikus Kini, Dulu dan Dulu Nian

Girik Cik: Pulau Tikus Kini, Dulu dan Dulu Nian

by Kupas

By: Cik Ben
Kini
Sekedar masukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi atas temuan benda di pinggiran dasar laut Pulau Tikus. Ini hasil survei bawah laut Tim Penyelam BPCB Jambi dan RDBC Bengkulu, tanggal 10-15 September 2019.
Pulau Tikus atau Rat Insland Kota Bengkulu, banyak singkapan  history dan story. Seperti kata pepatah orang Melayu Bengkulu, sangking gamblangnya apa yang ada di Pulau Tikus itu, maka  “ Tesingkok Daun, Nampak Buah”.
Mendengar itu, seseorang songong mungkin saja bilang, “Kok gua kagak tau tuh, kalo ada nyang kayak  ghitu? Maka adik sanak cukup bilang sama dia, “Sapa loe. Suek loe. Gua sobek-sobek muncung loe”.
Sorry, Cik hanya mencoba mengingatkan kenangan lama yang bersemi kembali di dalam benak ini. Siapa tahu jadi tambahan  khasanah. Soalnya di Tahun 1982 saat tamasyah ke Pulau Tikus, saat itu sisi kiri pulau tampak dari Kota Bengkulu tecancang satu jangkar kapal  besar. Kini sudah hilang dan katanya ditemukan lagi. Mungkin kala itu Pulau Tikus masih seperempat dari dua Hektar luas area. Kini katanya sudah tinggal seperdelapan lagi luas Pulau Tikus.
Bisa dibayangkan, Tahun 1982 kini 2019, apa tidak besi jangkar  itu sudah di tempeli cangkang dan karang? Apalagi itu bila terjadi sejak zaman Koloni Inggris Tahun 17-san. Belum lagi beberapa peralatan seperti pinggan, nampan dan lainnya yang di buang masyarakat saat melakukan sedekah laut atau membayar niat di Pulau Tikus itu paling tidak sejak Tahun 40-an.
Dulu
Pulau Tikus tempat bersandarnya kapala nelayan, tempat menepi para nelayan, menghindari terjangan badai dan gelombang tinggi.  Pulau juga idola para pemukat harimau mencari ikan dan kapal tongkang berlabuh. Bahkan sempat tesiar kabar, rusaknya terumbu karang sekitar pulau. Hebatnya, apa yang ditemukan BPCB Jambi dan RDBC Bengkulu tidak terseret oleh pukat harimau atau tergeser akibat tongkang berlabuh.
Cik bukan ingin mau mengatakan apa yag menjadi temuan itu barang, benda baru. Bukan pula ingin mengatakan beberapa benda yang ada menepi di pinggir dasat pulau akibat terbawa arus. Ini hanya menceritakan saja. Meskipun, “Cik Tau tapi Cik Slow”.
Bukankah yang dikatakan dasar tepi pulau itu, dulunya juga daratan. Soalnya kalau posisi temuan benda jauh dari pulau, itu sama saja ditemukan di tengah laut.
Dulu, di arela  Pulau Tikus dimasa lampau sekitar Tahun 70-an,  terdapat beberapa makam dan beberapa sisa peninggalan kolonial yang kini tinggal kenangan. Mungkin kini sudah tenggelam atau raib disikat pencoleng.
Dulu Nian
Pulau Tikus dalam beberapa peta abad 14 Masehi tertera nama dan keberadaannya. Pada tahun 17-san Masehi, para Tentara Inggris sempat menjadikan Pulau Tikus sebagai garda, untuk memantau alur lintas  maritim yang mencoba mendarat di Bencoolen City.
Dalam catatan pihak Belanda Tahun 1880 juga di sebutkan  ada empat pulau yang dimiliki, merupakan  daerah kekuasaanya. “Pulau Engano, pulau-pulau kecil Poella Tikoes yang berada tepat di bawah pantai, terletak di depan kota utama Benkoelen, Poeloe Pisang dan Betuwah sebelum Pantai Kroë”.
Beberapa literature menyebutkan, keberadaan  pulau yang dari daratan memang agak mirip tikus. Dulu, saat akan mendekati atol karang ini, Pulau Tikus terlihat seperti sekelompok pohon kecil, berbatasan dengan pinggiran atau pasir putih dan dikelilingi oleh lautan pirus. Fitur yang paling khas adalah mercusuar kerangka, menjulang tinggi di atas kanopi hutan pulau ini.
Sudah sejak dahulu kala (1907), pulau itu dikenal sebagai pelabuhan dan tempat berlindung dari badai,  sebelum kapal-kapal melintasi Samudra Hindia berlalu sekitar Tahun 1714 Masehi. Pertanyaannya, kalau penemuan barang peradaban zaman itu, tentunya benda atau barang sudah berubah menjadi karang. Ini bila posisinya masih tetap seperti semula, didasar laut Pulau Tikus.
Ingat, Pulau strategis ini pernah dijadikan  Tentara Inggris sebagai garda, untuk memantau alur maritim yang coba memasuki  Negeri Bencoolen.  Terutama  pasukan Prancis yang akhirrya sempat bercokol kurang lebih sembilan  bulan.
*Wartawan Tinggal di Bengkulu
 
The post Girik Cik: Pulau Tikus Kini, Dulu dan Dulu Nian appeared first on suaramelayu.com.

You may also like

Leave a Comment