oleh

Girik Cik: Tiga Kelompok Berfantasi akan Definitifnya Sang Gubernur

-Tak Berkategori-40 views

Ini hari Senayan, 10 Desember 2018, Provisi Bengkulu tetap diguyur rahmat hujan. Meskipun ada Banjir tetap dan yang tak signifikan. Di pusat Negara Indonesia, ada pelaksana tugas (Plt) gubernur dilantik jadi gubernur definif.

Tesiar kabar akan dilantiknya Plt Gubernur di Istana Negara, beragam komentar terbaca dan terdengar. Yang tak terdengarpun sebenarnya juga nyaring berkomentar. Hanya saja, tak tertiup angin hingga kejauhan.

Beragam kata, “Siiiip…….Horreeee…….Mantaap…Naaah”. Padahal pemekik itu tak punya kepentingan akan definitifnya Sang Gubernur, yang hanya tinggal dua tahun menjabat. Puja pujipun juga terbaca dan tedengar, bakkan dukun membaca mantra. Dengan harapan nantinya disisipi uang recehan usai memuji.

Kelompok plegak-plegok juga tampak duduk berselonjor di beranda rumah. “Ngecek apo orang banyak ko……Ngecek kek itik kengkang ajolah”, celetuknya.

“Tapi begitulah masyrakat Provinsi Bengkulu bila melihat, mengetahui hal- hal yang ngejut-ngejut aja”, kata Uncu Minah yang umurnya sudah setengah abad, jalan beberapa hari.

Dalam kenyataannya, di provinsi yang udaranya panas, perutnya masyarakatnya mudah lapar, meskipun dapat bersabar dengan dengan ‘lapar minum, hauspun minum’, ada tiga kelompok yang muncul, saat tersentak Sang Gubernur Plt itu kini definitif. Gejala aksiomannya bisa yang buruk jadi santun. Yang tadinya hanya santai, pura-pura letih. Yang memang letih akan membentak jangan merapat.
Siapa Itu?

Beda pelaksana tugas dan definitif Sang Gubernur hanya pada luasnya kewenangan dan tugas. Tapi itu untuk gubernur. Bukan untuk Bubur Sumsum. Jadi kalau kita berangapan akan mendapat imbas secara ekonomis, politis maka Cik sarankan, banyak banyak makan Pendap alias Ikan Pais aja.

Lainnya, dengan definitifnya Sang Gubernur, maka membina, mengawasi dan mengkoordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota, lebih leluasa dan program lebih termotifasi untuk dilaksanakan. Termasuk membabatbingkas Sang Penentang perintah ataupun kebijakan,

Tiga kelompok yang tampak itu pertama kelompok euphoria. Kelompok merasa nyaman, merasa senang yang berlebihan. Dimanakah tempat kelompok itu? Nah itulah yang tak berani Cik sebut. “Biarlah rokok puntung, asal jangan pecah muncung nden…..”.

Kelompok tendensius. Mereka orang yang memang berpihak. Kalau perutnya lagi lapar, kelompok ini suka menyusahkan. Ada maunya, bertindak nyiyir. Sering bertindak ala MCKLDI, seperti kata pepatah, suka “Tambah Nasik Tamgah Kuah”.

Terakhir kelompok apatis. Mereka enggan berkhayal. Enggan ambil pusing. Tersiar kabar akan ada pelantikan gubernut definitif, Mereka cenderung cuek, acuh tak acuh. Cenderung tak mau, “Setto-Setto Nasik Idak Bekuah”. Tapi untungnya semua ini hanya khayalan, fiksi dan bukan terjadi di Provinsi Bengkulu.

Wartawan Tinggal di Bengkulu