oleh

Gubernur Imbau Jurnalis Bengkulu Hati-hati buat Berita Kekerasan Seksual

Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd.
Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd.

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah mengimbau para jurnalis, khususnya Bengkulu untuk lebih berhati-hati dalam mendeskripsikan identitas korban kekerasan seksual di dalam berita.

“Saya minta kepada kawan-kawan wartawan untuk lebih berhati-hati dalam menggambarkan korban dalam kasus kekerasan seksual di dalam berita. Jangan ekspos inisial yang menunjukkan siapa orangnya, fotonya, jangan cantumkan dimana alamatnya, sekolahnya. karena itu menambah dampak buruk penderitaan bagi korban dan keluarganya,” ujarnya.

Menurutnya, penggambaran identitas semacam itu membuat masyarakat menjadi mudah mengidentifikasi identitas korban. Akibatnya dapat menambah penderitaan psikis pada korban.  Dampak penderitaan ini akan merambat kepada anggota keluarganya yang lain.

Pelaku kekerasan mungkin bisa melalui proses yang mudah, cukup melalui proses hukum, dipidana, dan perkara bisa dianggap selesai. Namun, permasalahan yang dialami korban tidak sesederhana itu. Dampak trauma pada korban dapat membekas seumur hidup. Ditambah lagi penderitaan akibat stigma sosial yang negatif terhadap korban dan keluarga akibat diketahui identitasnya.

“Gunakanlah inisial yang susah diidentifikasi, jangan memakai inisial berupa singkatan dari nama korban, Alamat rumah dan alamat sekolah jangan dijelaskan. Karena yang tambah stress nanti bukan hanya anaknya, tapi juga keluarganya,” tambahnya.

Pesan ini disampaikannya dalam acara Musyawarah Daerah XI Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), pada Sabtu (21/6/2014) di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (BAPPELKES) Provinsi Bengkulu. (cr2)

Rekomendasi