oleh

Gunakan Linggis, Anak Angkat Bobol Rumah Orang Tua Angkatnya

bobol
Muhyidin DS (51) warga jalan Padat Karya 5 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu

kupasbengkulu.com – Kediaman PNS, Muhyidin DS (51) warga jalan Padat Karya 5 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, diduga dibobol seorang perempuan yang merupakan anak angkatnya sendiri berinisial PIM (16). Aksi itu terjadi, Senin (30/9/2014) sekitar pukul 12.03 WIB.

“Laporan kita telah terima dan segera kita tindak lanjuti,” kata Kapolres Bengkulu, AKBP. IKsantyo Bagus Pramono melalui Kapolsek Selebar, AKP. Firdaus PN.

Terungkapnya kasus ini setelah salah satu saudara korban melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya. Setelah pulang dari kantornya sore hari, ia terkejut melihat pintu kamarnya telah terbongkar.

“Kalau informasi dari ipar saya saat itu PIM datang ke rumah saya bersama dua orang pria. Saat saya pulang dari kantor saya terkejut kalau pintu kamar saya dicongkel pakai linggis,” kata PNS BNS Kabupaten Bengkulu Tengah itu.

Namun, ia tak mencurigai kalau barang dirumahnya hilang. Pasalnya saat dicek barangibarang tersebut masih lengkap. Setelah ditanyai kepada anak angkatnya yang telah menikah tersebut, ia mengakui kalau ia mengambil BPKB sepeda motor milik korban.

Akan tetapi ia juga tidak mencurigai hal tersebut, sampai akhirnya ada pihak leasing mendatangi kediamannya dan mengatakan bahwa BPKB sepeda motor miliknya sudah digadai oleh orang yang bernama Ramon.

“Kalau mengambil BPKB bukan sekali ini saja, tapi sudah ketiga kalinya dia menggadai BPKB saya tanpa izin,” ungkapnya.

Diceritakan Muhyidin, awal kejadian yang membuat anak angkatnya yang sering berbuat kejahatan tersebut dikarenakan telah ditinggalkan oleh istrinya beberapa bulan yang lalu. Setelah ditinggal ibu angkatnya tersebut, anaknya ini sering kali melakukan pencurian di rumahnya dan selalu banyak kehendak kepada ayah angkatnya tersebut.

“Beberapa hari setelah ibunya meninggal ia selalu mengambil uang melalui ATM. Setelah dihitung-hitung, hasil uang yang diambilnya mencapai Rp 50 juta, tapi saya sabar saja namanya anak,” pungkasnya.(dex)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed