oleh

LSM: Hampir 75 Persen Pelajar di Lembak Gunakan Narkoba

 Ilustrasi stop narkoba

kupasbengkulu.com – Berdasarkan data dan Survei dari LSM Gerakan Masyarakat Pengawas Birokrasi (Gemaswabi) hampi 75 persen pelajar di Lembak Kabupaten Rejang Lebong mengonsumsi Narkoba.

“Kalau bedasarkan survei dan hasil pengamatan kita di lapangan, rata-rata 75 persen anak atau pelajar sudah menggunakan narkoba,” kata Direktur Gemaswabi Jevi Sartika ditemui di Mapolda Bengkulu Senin (16/6/2014).

(berita terkait: Kejahatan di Lembak, Rejang Lebong karena Narkoba)

Penggunaan narkoba di sana sudah tidak asing lagi, mulai dari anak yang masuk Sekolah Dasar (SD) hingga menduduki bangki Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat memprihatikan.

“Setelah kami cermati dan kami survei ke lapangan jadi kami dapat kesimpulan bahwa ini loh, salah satu utama kejahatan adalah narkoba dan kami juga dapat informasi antara lain pelaku kejahatan adalah anak-anak di usia yang masih bersekolah bahkan ada yang kelas 6 SD, SMP, serta SMA,” kata Jevi.

Narkoba didaerah tersebut yakni shabu dan ganja, tapi narkoba jenis shabu sangat disenangi oleh pelajar tersebut. Ini disinyalir, karena shabu tersebut lebih cepat reaksi pengaruhnya.

“Kan narkoba tersebut dibeli dengan cara apa mereka untuk membeli barang tersebut, ya dengan cara melakukan kejahatan tersebut. Rata-rata mereka lebih menyenangi shabu daripada ganja,” ujarnya.

Diharapkannya, kepada pemerintah dan seluruh aparat untuk lebih cepat memberantas peredaran Narkoba yang ada di daerah Lembak tersebut. Karena hal inilah bisa merusak citra dari masyarakat Lembak itu sendiri.

Sementara itu di tempat yang sama Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP. Jokos Suprayitno mengucapkan terimakasaih atas informasi yang dberikan LSM GEmawasbi tersebut.

“Saya sependapat dengan masukkan dengan Ibu Jevi tadi. Benar hanya karena segelintir orang bisa merusak reputasi daerah kita, sehingga polisi sendiri berupaya untuk melaksanakan menyosialisasikan bahaya narkoba tersebut,” kata Joko. (cr3)

Rekomendasi