oleh

Harga Karet Anjlok, Petani Alih Profesi Jadi Kuli

Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

kupasbengkulu.com – Anjloknya harga hasil petani karet yang saat ini berkisar diangka Rp 5 ribu per kilo memaksa para petani memutar otak mencari lahan pekerjaan dengan meninggalkan kebun dan bekerja sebagai kuli bangunan.

Upaya yang dilakukan para petani sungguh beralasan untuk menafkah keluarga.

Menurut penuturan Hari warga Desa Arga Mulya, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, tidak menyadap kebun karet miliknya sekarang ini disebabkan harga jual karet jauh menurun dibandingkan dengan harga beberapa bulan sebelumnya.

Belum lagi kesulitan untuk mendapatkan getah karet yang banyak sulit karena musim kemarau. Untuk mengatasi hal ekonomi keluarga terpaksa dengan mencari jalan menjadi kuli bangunan di Kecamatan Napal Putih yang mengerjakan bangunan pasar.

“Terpaksa saya lakukan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Punya kebun karet sekarang tidak dapat diandalkan. Disamping harganya murah dan getahnya menyusut karena musim kemarau. Lumayanlah gaji yang saya terima dari kuli bangunan. Kerja dibangunan ada musim-musimnya,”ungkap Hari

Lain lagi yang diungkapkan Rizal penjual ikan segar keliling pada kupasbengkulu.com, dengan anjloknya harga karet bagi petani tentu berimbas dengan ikan yang ia jual keliling dan dijajakan kepada petani.

Sebelum bergejolak dengan harga karet, setiap hari ia mampu menjual ikan rata 100 -150 kilo per hari. Namun, saat ini ia mampu menjual perhari hanya 50 kilo.

“Penghasilan saya menurun drastis akibat dari harga karet menurun. Sementara biaya transportasi untuk menjualkan itu sendiri butuh bensin. Bisa-bisa kalau berlangung lama harga karet tidak kunjung naik,pedagang ikan keliling bisa gulung tikar,”ungkap Rizal. (jon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed