oleh

Hasil Sadap Getah Pinus Kepahiang Belum Maksimal

Jurnalis saat memantau proses penyadapan getah pinus di Kepahiang
Jurnalis saat memantau proses penyadapan getah pinus di Kepahiang

kepahiang, kupasbengkulu.com – Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa penyadapan getah pinus di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun Register V wilayah Kabupaten Kepahiang, diakui baru mampu menghasilkan 100 ton getah per bulan. Padahal luas area penyadapan yang diizinkan mencapai 1.200 hektare.

“Hasil sadap getah pinus dari empat koperasi pengelola, rata-rata 100 ton per bulan. Getah pinus yang dibeli oleh koperasi dari masyarakat seharga Rp 4.500 per kilogram itu dijual ke Pekalongan,” ungkap Kabid Pengelolaan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kepahiang, Yudi Riswanda, Jumat (22/04/2016).

Dengan area penyadapan getah pinus seluas ini, Yudi berharap hasil sadapan dapat ditingkatkan lagi. Lokasi penyadapan getah pinus ini dibagi di dua wilayah, mulai dari Kecamatan Kepahiang, yang meliputi Desa Tebat Monok, Karang Anyar, dan Dusun Kepahiang seluas 700 ha. Kemudian di Seberang Musi dengan satu wilayah yakni di Desa Bayung, seluas 500 hektar.

“Kita minta bisa ditingkatkan lagi. Jika dibandingkan dengan luas wilayah sadapan yang mencapai 1.200 ha, tentunya ini bisa lebih dari 100 ton per bulan,” tandasnya. (slo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed