oleh

Hujan Abu Vulkanik Letusan Gunung Kelud Dirasakan Mahasiswa Asal Bengkulu di Yogyakarta

Hujan abu kiriman dari Gunung Kelud ikut dirasakan mahasiswa dan pelajar asal Manna, Bengkulu Selatan Bengkulu di Yogyakarta. Beginilah suasana hujan abu di Desa Jomblangan, Kecamatan Tegal Sari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Hujan abu kiriman dari Gunung Kelud ikut dirasakan mahasiswa dan pelajar asal Manna, Bengkulu Selatan Bengkulu di Yogyakarta. Beginilah suasana hujan abu di Desa Jomblangan, Kecamatan Tegal Sari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

kupasbengkulu.com – Letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (13/2/2014) sekitar pukul 22.51 WIB, yang disertai dengan hujan abu vulkanik, ikut dirasakan hingga Desa Jomblangan, Kecamatan Tegal Sari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kiriman hujan abu dari Gunung Kelud tersebut, dirasakan pelajar asal Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, Saif Fathan Al Faruq.

”Hujan abu kiriman dari Gunung Kelud, memang sampai tempat tinggal saya di Desa Jomblangan, Kecamatan Tegal Sari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Ini terjadi sejak Jumat dini hari tadi,” kata Saif, pelajar SMA IT Abu Bakar, Yogyakarta saat dihubungi via telepon genggamnya, Jumat (14/2/2014).

Tampak hujan abu vulkanik menyelimuti kendaraan warga di Desa Jomblangan, Kecamatan Tegal Sari, Yogyakarta diselimuti abu letusan Gunung Kelud.
Tampak  abu vulkanik menyelimuti kendaraan warga di Desa Jomblangan, Kecamatan Tegal Sari, Yogyakarta akibat letusan Gunung Kelud.

Ketebalan abu di sekitar tempat tinggalnya sudah mencapai 0,5 cm – 1 cm. Bahkan, kata dia, suasana di lingkungan tempat tinggalnya mendung dan hujan gerimis abu masih terus terjadi di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu, hujan abu juga sudah menutupi kendaraan, atap rumah dan tanaman yang ada.

”Kini di tempat saya masih hujan gerimis abu, cuacanya gelap dan mendung. Ketebalan abu di sini akan terus bertambah, sebab hujan masih saja terjadi,” jelas Saif.

Hal senada juga disampaikan, mahasiswa Fakultas Kehutanan, UGM, Yogyakarta asal Manna, Bengkulu Selatan, Abdu Rahman. Ia mengatakan, hujan abu yang menyelimuti tempat tinggalnya di Desa Jomblangan, Kecamatan Tegal Sari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, saat ini jarak pandang sangat terbatas. Selain itu, hujan abu tersebut membuat warga sekitar memilih untuk tidak keluar dari rumah.

”Jarak pandang sangat terbatas, ketebalan abu terus bertambah. Kami belum ada yang keluar rumah,” demikian Abdu, saat dihubungi via telepon genggamnya, Jumat (14/2/2014).(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed