oleh

Ibu Rumah Tangga Dilatih Menjahit, Hasilnya Disumbangkan ke Siswa PKLK

-Tak Berkategori-1 views
Para ibu rumah tangga di Kabupaten Kaur sedang dilatih menjahit
Para ibu rumah tangga di Kabupaten Kaur sedang dilatih menjahit

kaur, kupasbengkulu.com – Sebanyak 20 warga Eks Kaur Utara Kabupaten Kaur dilatih menjahit oleh Dinsosnakertrans yang dikelola oleh UPT Tenaga Kerja.

Kepala UPT Yulastri melalui Kasubag Lembaga Latihan Kerja (LLK) M. Taufik mengatakan latihan menjahit ini diutamakan untuk perempuan yang mengganggur dan Ibu Rumah Tangga (IRT).

Diharapkan dengan adanya bekal ilmu menjahit nantinya mereka bisa menambah penghasilan dengan membuka usaha sendiri.

“Ini juga merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi pengangguran di Kabupaten Kaur,” ungkap M.Taufik, Kamis (12/03/2015).

Pelatihan ini dilakukan rutin per triwulan dengan waktu latihan dari pukul 07.30 wib hingga 14.01 wib selama 10 hari.

Dalam 10 hari latihan peserta diberi target yakni harus menyelesaikan satu stel pakaian sekolah.

Untuk menghemat dan supaya bermanfaat, pakaian yang akan dijahit nantinya akan disumbangkan kepada anak-anak sekolah Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Kabupaten Kaur.

Salah satu IRT Septiana (30) warga Desa Guru Agung Kecamatan Kaur Utara mengatakan bahwa mereka sangat berterimakasih dengan Pemda Kaur yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti pelatihan menjahit dengan gratis ini, karena ilmu keterampilan menjahit ini bisa dimanfaatkan untuk peluang kerja.
Namun harapan mereka tidak sebatas bisa menjahit, karena ilmu tersebut harus diterapkan supaya ilmunya tidak lupa sehingga berguna dan lebih pandai lagi.

“Kami sangat berterimakasih dengan Pemda Kaur dalam memberikan kesempayan kepada kami untuk berlatih, namun harapan kami tidak hanya sebatas bisa saja. Berhubung kami disini bukanlah orang yang mampu, jadi untuk mengasah ilmu menjahit kami dan bisa diterapkan sehingga dapat membantu penghasilan, maka kami sangat mengharapkan bantuan alat mesin jahit supaya kami bisa bekerja dan mendapat penghasilan sendiri. Karena untuk membeli mesin sendiri itu kami tidak mampu, dan jika setelah pelatihan ini nanti, kami menganggur kembali dan tidak menerapkan ilmu menjahit ini, maka latihannya percuma saja,” tutur Septiana dengan penuh harap.(mty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eight + twelve =