oleh

Ibu Rumah Tangga Ini Dikeroyok Gara-gara Kompor Gas

Kepahiang, kupasbengkulu.com – Seorang IRT (Ibu rumah tangga), Epa Susanti (27) warga Desa Embong Ijuk, Kecamatan Bermani Ilir, mengaku tidak dapat menerima perlakuan dua orang warga desa tetangganya yang diduga telah melakukan penyerangan atau pengeroyokan terhadap dirinya pada Rabu (8/6/2016) lalu.

Kedua warga terduga pelaku pengeroyokan dimaksud berinisial Ti dan Yu, warga Desa Gunung Agung, dilaporkannya ke aparat kepolisian terdekat, Polsek Bermani Ilir, beberapa jam kemudian setelah mendapat dukungan dari keluarga terduga dan kepala desa setempat.

“Pengeroyokan terjadi dirumah saya dengan disaksikan oleh banyak orang. Saya tidak bisa menerima perlakuan itu dan melaporkannya ke pihak kepolisian Rabu kemarin. Laporan saya juga setelah mendapat dukungan dari keluarga pelaku sendiri dan kades,” ungkap Epa, Kamis (9/6/2016).

Menurutnya, pengeroyokan maupun penganiayaan yang mengakibatkan luka memar pada bagian tubuhnya itu, atas permasalahan jual beli kompor gas berikut tabung oleh keluarga terduga pelaku sekitar satu bulan yang lalu.

“Sekitar satu bulan yang lalu, keluarganya (Inisial Pi,red) menjual gas dua tungku berikut tabung kepada saya seharga Rp 500 ribu. Kompor yang diketahui milik ibunya, diminta kembali oleh mereka (Inisial Ti dan Yu). Karena saya tidak bisa menyerahkan lantaran uang belum dikembalikan, mereka jadi emosional dan melakukan pengeroyokan,” sesal Epa.

Epa juga mengaku, jika persoalan jual beli kompor gas berikut tabung itu juga sempat dimediasi oleh perangkat desa dari desa terduga pelaku. Oleh perangkat desa, keluarga terduga pelaku diminta untuk mengembalikan uang sebesar yang diminta atau dikeluarkan oleh korban sebelumnya.

“Sekarang ini saya tidak mau lagi ada penyelesaian secara kekeluargaan maupun bedamai. Saya minta agar laporan saya ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” ucap Epa.

Sementara itu, Kapolres Kepahiang, AKBP Ady Savart PS, melalui Kapolsek Bermani Ilir, Iptu. S Simarmata dikonfirmasi jurnalis menerangkan telah menerima laporan dugaan pengeroyokan tersebut. ” Laporan sudah kami terima,” singkatnya.(slo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed