oleh

Ibu, Simbol Cinta yang Tulus

Yennita Fitriani

Hj Yennita Fitriani (Anggota DPRD Provinsi Bengkulu)

kupasbengkulu.com-Hari ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.

Menurut Yennita atau yang akrab disapa bunda ini, memaknai hari Ibu 22 Desember, bukan hanya peringatan atau perayaan biasanya di lakukan dengan membebastugaskan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari. Seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

“Tapi yang lebih penting memaknainya dengan betapa besarnya perjuangan seorang ibu. Mulai dari dalam kandungan hingga melahirkan, sehingga muncul slogan bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu,” tambah Yennita.

Wajar jika ia menyebutkan bahwa ibu merupakan simbol cinta tulus. Bagaimana tidak, selama 9 bulan mengandung tidak pernah mengeluh. Bahkan saat melahirkan sang bayi, ibu bertarung antara hidup dan mati.

Bagaimana sulit dan beratnya berada di posisi orang tua, apalagi seorang ibu. Ia pun hanya berupaya membalas kasih sayang kedua orang tuanya, terutama ibu, dengan memberi kebahagian yang tidak bisa di ukur dengan materi.

“Seberat apapun tugas yang dipikul seorang ibu dia tak pernah mengeluh demi kebahagian seorang anak,” ujar Bunda. (Vee)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed