oleh

IKWI Harus Baca Peluang Usaha Mikro

Menyongsong Ekonomi ASEAN 2015, IKWI menggelar seminar nasional disalah satu hotel berbintang obyek wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu, Jumat (7/2/2014).
Menyongsong Ekonomi ASEAN 2015, IKWI menggelar seminar nasional di salah satu hotel berbintang obyek wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu, Jumat (7/2/2014).

kupasbengkulu.com – Penasehat Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Cabang Bengkulu, Hj. Honiarty, S.Ag ,mengatakan, perempuan yang tergabung dalam IKWI dapat memberikan kontribusi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, dengan membaca peluang melalui usaha mikro. Hal tersebut dapat dijalankan melalui pembuatan kerajinan tangan, berupa pembuatan makanan ringan, karya seni serta lainnya.

”Peran serta pengembangan wira usaha di Bengkulu guna penguatan ekonomi. Ini juga untuk mengurangi ancaman dalam menyongsong masyarakat ekonomi ASEAN 2015,” kata Honiarty, saat membuka acara Seminar Nasional Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Cabang Bengkulu di salah satu Hotel Berbintang Objek Wisata Kota Bengkulu, Jumat (7/2/2014).

Ia menambahkan, dalam menghadapi ekonomi ASEAN, tentunya dari kalangan perempuan se Provinsi Bengkulu dapat mengembangkan usaha mikro yang dimiliki setiap kabupaten dan kota. Tujuannya, kata dia, saat ekonomi ASEAN Provinsi Bengkulu sudah siap bersaing dengan negara tetangga atas hasil produk yang dimiliki.

”Setidaknya produk andalan yang ada setiap kabupaten dan kota dapat dikembangkan sejak dini. Sebab saat ekonomi ASEAN nanti dari kabupaten dan kota sudah siap, dan ini tidak terlepas dukungan dari kalangan perempuan se Provinsi Bengkulu,” jelas Horniarty.

Secara terpisah, Ketua Umum IKWI Pusat, Hj. Umi Rahayu Margiono, menyampaikan, istri wartawan tentunya dapat berperan dalam menyongsong ekonomi ASEAN 2015. Hal ini dapat didukung dengan mencari pengetahuan usaha ekonomi mikro yang dapat dikembangkan di lingkungan masyarakat.

”Dari seminar ini, setidaknya IKWI dapat wawasan dan pengetahuan tentang perkembangan usaha ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi usaha mikro,” imbuh Umi.

Dibagian lain, Ketua Umum IKWI Cabang Bengkulu Mahjaniar Sukarno menjelaskan, setiap kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu tentunya memiliki kerajinan tangan andalan. Dari kerajinan tersebut, tentunya dapat mendorong usaha mikro di Bengkulu.

Pada kesempaten tersebut, hasil kerajinan tangan dari IKWI, berupa keripik bayam, keripik kentang, kerupuk jengkol, manisan tomat, lempuk goreng, sirup, dompet dan kopiah serta tas sandang yang terbuat dari kulit lantung ikut dipamerkan dan dijual dengan peserta Seminar Nasional Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Cabang Bengkulu yang betam Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed