oleh

Indonesia-Korsel Sepakati Buat 50 Pesawat Tempur

Pesawat temput milik RI, sumber foto: viva
Pesawat temput milik RI, sumber foto: viva

kupasbengkulu.com – Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama pembuatan 50 pesawat tempur dengan pemerintah Korea Selatan, hari ini. Melalui Kementerian Pertahanan, Indonesia bersepakat melanjutkan program pembangunan bersama proyek pesawat tempur modern KFX/IFX dalam Defense Acquisition Program Administration (DAPA). Kemampuan pesawat tempur teknologi generasi 4,5 ini diklaim lebih baik dibanding F-16 dan Sukhoi yang sudah dimiliki Indonesia.

“Yang ini setara dengan pesawat F-22 atau Raptor dari Amerika Serikat,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin, 6 Oktober 2014.

Tahap pertama proyek, yaitu technology development, telah selesai dilakukan pada Desember 2012. Tahap berikutnya, engineering and manufacturing development, kini dimulai. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2023. “Nanti, dari enam prototype, satu prototype akan dibuat di Indonesia,” katanya.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin menambahkan, proyek pembuatan pesawat tempur ini menelan anggaran sebesar US$ 8,5 miliar atau sekitar Rp 8,5 triliun. Indonesia dan Korsel menyepakati development cost share 20 persen dari Indonesia. Sedangkan 80 persen dari Korsel. “Berarti sekitar Rp 16 triliun.”

Menurut Purnomo, Korea Selatan dipilih sebagai mitra kerja sama karena memiliki pengalaman yang baik dengan Indonesia. Pasalnya, tak semua negara bersedia melakukan transfer teknologi tersebut.

Sebelumnya, Indonesia bersama Korsel membangun empat landing platform dock. Dua di antaranya dibuat di Indonesia.

tempo.co

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed