oleh

Inflasi 0,67 Persen, Ini Langkah yang Harus Ditempuh

BI kepala
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu Azhar Achusyani

kupasbengkulu.com– Menanggapi inflasi di Provinsi Bengkulu sebesar 0,67 persen, di bulan Agustus 2014 yang merupakan inflasi ke 20 tertinggi dari 82 kota di Indonesia. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu Azhar Achusyani mengatakan, perlunya reformasi struktural perekonomian yang mampu mendorong daya beli. Sehingga berdampak pada ketahanan pangan dan inflasi.

(Baca juga : Bulan Agustus, Bengkulu Mengalami Inflasi 0,67 Persen)

Dijelaskan Azhar, struktural perekonomian ini guna meningkatkan kualitas tanaman pangan. Seperti padi, cabe serta lainnya. Selain itu, tambah dia, hal tersebut juga akan meningkatkan kualitas perternakan, mulai dari unggas dan sapi, kualitas perikanan, infrastruktur seperti jalan, irigasi dan pelabuhan.

“Kalau kualitas barang kita bagus dan ditunjang dengan infrastruktur tentunya dapat mempermudah penyebaran dan ketersediaan barang,” kata Azhar, Jumat (5/9/2014).

Ditambahka Azhar, pembentukan pasar induk juga mampu mengendalikan inflasi karena membantu menjadi penyeimbang, penyebaran dan pengendalian barang.

Selain itu, menurut Azhar, pendidikan dan kewirausahaan di daerah berdampak pada jumlah wirausahawan dan kualitas Sumber Daya Manusia. Sehingga mampu menambah ketahanan dari Impor.

”Dengan banyaknya pengusaha muda, tentunya mampu menciptakan produk-produk terlebih lagi kita tidak perlu lagi mengimpor,” demikian Azhar.(tea)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

sixteen − eleven =

News Feed