oleh

Ini Alasan Pemkot Bengkulu Tak Tega Tutup “Yang Tahu”

sosialisasi satpol PP di lokasi "Yang Tahu"
sosialisasi satpol PP di lokasi “Yang Tahu”

kupasbengkulu.com – Sampai saat ini belum ada kejelasan terkait pertanyaan apakah lokasi “Yang Tahu” di RT 8 Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu akan bernasib sama dengan lokalisasi Dolly di Surabaya.

Dijelaskan Kabag Humas Pemkot, Dr. Salahuddin Yahya, ada beberapa alasan yang membuat lokasi tersebut sulit ditutup.

“Yang pertama harus ditegaskan bahwa tempat tersebut tidak pernah dibuka oleh pemerintah, jadi bagaimana kita menutupnya. Bahwa munculnya istilah ‘lokalisasi’ tumbuh dengan sendirinya, dikarenakan lokasinya berada jauh dari lingkungan sosial masyarakat yang anti dengan kegiatan tersebut,” ungkap Salahuddin, Kamis (26/06/2014).

“Yang kedua, pemerintah punya keinginan untuk menghentikan. Namun kita sadari ada pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap aktivitas tersebut dan mereka merasa terganggu. Mereka merasa keberatan karena menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi,” sambungnya.

Dilanjutkan Salahuddin, banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari lokasi tersebut. Banyak profesi seperti pedagang, tukang ojek, bahkan mucikari, yang pekerjaannya bersentuhan langsung dengan aktivitas pekerja seks komersial (PSK).

Oleh karena itu untuk menyelesaikan masalah tersebut tidak bisa hanya satu pihak saja yang dihentikan, karena semuanya memiliki keterkaitan hubungan dengan lingkungan. Ada lingkungan sosial di sana yang membuat pemerintah harus ekstra hati-hati. Apabila salah dalam melakukan tata kelola penyelesaian masalah, maka dipastikan akan terjadi perlawanan.

“Sudah ditegaskan pemerintah kota bahwa kegiatan ini dilarang. Tidak ramadhan pun yang seperti ini tidak boleh dilakukan. Aktivitas di sana ilegal sehingga memang akan dihentikan,” katanya lagi.

“Ada beberapa cara yang akan kita tempuh, tapi semuanya tanpa melakukan kekerasan. Kita akan terus melakukan sosialisasi yang dilanjutkan dengan razia. Kalau masih juga dilakukan maka akan ditindak pidana,” tegasnya. (val)

Rekomendasi