oleh

Ini Masukan Tokoh Non-Muslim Tentang Program “Bengkulu ku Religius” (3)

Romo Julianus Sukamto, SCj
Romo Julianus Sukamto, SCj

kupasbengkulu.com – Semakin seru pro dan kontra di kalangan masyarakat terkait Program ‘Bengkulu ku Religius’ milik Walikota Helmi Hasan. Bahkan isu ini menjadi perbincangan nasional.

Setelah beberapa hari yang lalu beberapa tokoh non-muslim seperti Pdt. Maruli Panggabean, S.Th dan Romo Tan Sun Lie, kini Romo Julianus Sukamto, SCj., Pastur Paroki Gereja Katolik St. Yohanes Kota Bengkulu turut memberikan masukan. Dirinya menilai seharusnya kebijakan yang diambil Walikota haruslah kebijakan yang holistik (luas).

“Di beberapa daerah, contohnya Lampung juga punya program serupa. Namun setiap pemeluk agama mendapat bagian yang sama, seperti Muslim pergi ke Tanah Suci Mekah, yang Kristen, Hindu, Katolik, Budha, maupun Konghucu juga diberi kesempatan pergi ke Tanah Suci-nya masing-masing,” ujar Romo Julianus, Selasa (18/02/2014).

Dijelaskan Romo Julianus, dirinya menyambut baik jika itu diadakan sebagai bentuk pemerataan yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu.

“Sejauh ini saya belum merasakan adanya pendekatan kepada kami (umat Katolik – red). Kami kan sebenarnya juga ingin bertemu dan menyampaikan masalah yang kami punya, namun sejauh ini belum bisa bertemu. Mungkin juga karena kesibukan beliau sebagai Walikota,” ujarnya.

“Kalau memang yang seperti ini dianggarkan dalam APBD, terus terang kami juga mau difasilitasi pergi ke Tanah Suci. Sebagai masyarakat Kota Bengkulu kan kita punya hak yang sama, walau pun tak sebanyak kaum muslim,” lanjutnya.

Ditambahkan Romo Julianus, berbeda dengan Pdt. Maruli Panggabean dan Romo Tan Sun Lie yang menginginkan pengalihan dana lebih diarahkan ke pembangunan tempat ibadah, menurutnya kalau pun Pemerintah juga menganggarkan dana yang sama dari APBD, hal itu juga akan diperuntukkan bagi umat Katolik yang ingin pergi ke Tanah Suci, seperti Betlehem atau Jerusalem.

“Kalau anggaran untuk pembangunan, kami sudah punya anggaran sendiri. Semisal dari 50 orang yang akan diberangkatkan umroh, 5 orang saja dari kuota 50 orang itu yang dialihkan untuk non-muslim, kami sudah bersyukur sekali,” demikian Romo Julianus. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed