oleh

Intip ‘Perjalanan Narkoba’ di Ruang Kerja Dirwan

Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud
Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu menyatakan tes narkotika terhadap Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, dinyatakan negatif.

Sepuluh hari waktu yang dibutuhkan BNN untuk mengungkap kebenaran kasus yang menimpa orang nomor satu di Bengkulu Selatan ini. Memang cukup lama pembuktian ini, di mana saat pengeledahan terjadi, Selasa (10/05/2016) di ruang kerja Dirwan sekitar pukul 11.00 WIB, pihak BNNP Bengkulu menemukan narkotika jenis shabu dan ekstasi di selipan kursi tamu dan di belakang kardus air mineral. Penggeledahan dilakukan atas dasar informasi masyarakat yang menyebutkan telah terjadi pesta narkoba di ruang kerja bupati.

“Kita mendapatkan informasi dari masyarkat Bengkulu Selatan, di mana ada barang bukti narkoba di ruang kerja pak bupati. Akhirnya tim kita menuju ke kantor ruang kerja, ternyata benar ada narkoba di sana,” ujar Kepala BNNP Bengkulu, Kombes Pol Budi Harso, saat konferensi pers di Kantor BNNP Bengkulu, Jumat (20/05/2016).

Saat itu, tim berantas BNNP Bengkulu juga memeriksa wakil bupati, sekretaris daerah, hingga beberapa staf yang berada di sekretariat Pemda Bengkulu Selatan. Semuanya mengikuti tes urine, termasuk Dirwan, dan tes urine terhadap Dirwan dinyatakan negatif.

Namun pemeriksaan tidak sampai situ. Sabtu (14/05/2016) lalu melalui Balai Uji Laboratorium BNN di Cawang, Jakarta Timur, Dirwan meminta untuk melakukan tes urine kembali beserta tes darah dan rambut. Hal ini untuk memastikan kepada publik bahwa dirinya benar tidak mengkonsumsi narkotika.

“Meski demikian, kita masih melakukan penyelidikan terkait dengan penemuan ekstasi dan shabu di ruang kerja bupati tersebut,” tambah Budi.

Kepala BNNP Bengkulu, Budi Harso
Kepala BNNP Bengkulu, Budi Harso

Tidak Ada Penahanan Para Saksi

Budi melanjutkan, saat ini para saksi sudah mencapai 12 orang termasuk Bupati, Wabup, Sekda hingga para stafnya. Namun Budi mengatakan, pihaknya tak pernah menahan hingga menangkap para saksi, di mana BNNP Bengkulu menggunakan azas praduga tak bersalah dalam menangani kasus ini.

“Hingga saat ini belum ada status tersangka. Kita belum melakukan penangkapan hingga penahanan. Saya dengar ada pemberitaan di media terkait penahanan bupati, saya tegaskan kembali jika penahanan dan penangkapan itu tidak ada,” ungkapnya.

Status Pelapor Akan Dilindungi Pihak BNN

Di sisi lain, pihak BNNP Bengkulu masih enggan mengungkap status pelapor. Diketahui ada penelpon gelap yang menghubungi pihak BNNP Bengkulu untuk menggeledah ruang kerja Dirwan. Dalam menangani status pelapor, Budi menyerahkan hal tersebut ke pihak penyidik, ia juga menambahkan status pelapor nantinya akan ditangani secara tertutup tanpa ekspos media massa.

“Jelasnya kita harus melindungi siapa yang melapor ke BNNP Bengkulu, tentang diperiksa atau tidak itu teknik penyidikan yang dilakukan secara tertutup, tidak diberitahukan kepada publik. Seandinya mau melapor itu hak mereka, BNN akan tetap melindungi status pelapor, itu kan sudah termasuk di Undang-Undang” tambahnya.

Saksi Akan Bertambah, Pemeriksaan Terus Berjalan

Tidak hanya 12 orang yang akan diperiksa, namun Budi menegaskan masih banyak lagi para saksi yang akan dimintai keterangan terkait hal ini.

“Kasus ini tidak berhenti dengan begini saja, mau negatif atau positif, yang jelas kita akan selidiki kepemilikan barang bukti tersebut. Dimungkinkan ke depan saksi bisa bertambah lagi, apabila mendapatkan informasi signifikan akan kita tindak lanjuti. Kita perlu kecermatan, perlu teliti sehingga belum ada kecurigaan,” tutup Budi. (bro)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed