Beranda DAERAH BENGKULU “Jadi Seniman Tak Harus Gondrong dan Urakan”

“Jadi Seniman Tak Harus Gondrong dan Urakan”

0
workshop "Seni Pertunjukkan Tari, Teater, dan Musik", Rabu (21/05/2014). di Taman Budaya Bengkulu
workshop "Seni Pertunjukkan Tari, Teater, dan Musik", Rabu (21/05/2014). di Taman Budaya Bengkulu
workshop “Seni Pertunjukkan Tari, Teater, dan Musik”, Rabu (21/05/2014).
di Taman Budaya Bengkulu

kupasbengkulu.com – Mencintai seni tak harus jadi seniman, dan saat ini bukan zamannya lagi seniman berbangga dengan gayanya yang urakan, dengan kaos lusuh, celana bolong, dan rambut gondrongnya. Yang terpenting adalah bagaimana seniman Bengkulu dapat ‘hidup’ dari berkesenian dan bagaimana membuat masyarakat mencintai keseniannya agar generasi berikutnya tak hanya menjadi generasi gadget. Demikian disampaikan Ref Andras, Kepala Taman Budaya Provinsi Bengkulu, dalam acara workshop “Seni Pertunjukkan Tari, Teater, dan Musik”, Rabu (21/05/2014).

Workshop yang rencananya akan diselenggarakan selama tiga hari, dari tanggal 21-23 Mei 2014 ini memberi ruang kepada para pekerja seni, khususnya di bidang tari, teater, dan musik, untuk lebih memperdalam wawasan guna mengembangkan kesenian agar bernilai ekonomi kreatif.

“Bengkulu banyak sekali memiliki seniman yang profesional. Tinggal bagaimana caranya menjadikan keahlian berkesenian ini tidak hanya sebagai hobi atau kesenangan saja, melainkan menjadi pundi-pundi penghasilan, sehingga seniman kita tak hanya pandai menampilkan pertunjukkan, tapi juga bisa ‘hidup’ dari berkesenian. Ini yang menjadi sasaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI,” katanya.

Workshop ini melibatkan berbagai kelompok sanggar seni dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Tidak hanya itu dalam workshop ini dibahas rencana pengembangan tarian persembahan yang menjadi tarian daerah Bengkulu agar dapat dikembangkan sehingga setiap kabupaten di Provinsi Bengkulu memiliki tarian persembahan khas daerahnya masing-masing.

“Dulu kita pernah punya Perda bahwa hanya ada satu tarian persembahan di Provinsi Bengkulu. Tetapi dalam perkembangan berfikir, kenapa kita harus memiskinkan budaya kita. Sehingga ada suatu pemikiran untuk menciptakan tarian persembahan di setiap daerah, dengan catatan harus mencerminkan kekhasan dari daerah tersebut, baik dari gerakan, maupun musiknya,” demikian Ref Andras. (val)