oleh

Jeram di Kepahiang Telan Korban, FAJI Bengkulu Ikut Berduka

Rumah Duka Korban Kecelakaan Arung Jeram

Kota Bengkulu,Kupasbengkulu.com –  Pasca meniggalnya seorang penumpang perahu arung jeram, Esti Ambaratsari (44) warga Kota Bengkulu, saat melakukan kegiatan olahraga arum jeram di aliran Sungai Musi, wilayah Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, Sabtu (22/04/2917). juga mendapat respon dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Bengkulu.

Dikatakan oleh  Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Bengkulu Patriana Sosialinda melalui Sekretaris Umum Arie Saputra Wijaya, ketika dikonfirmasi mengaku baru mengetahui perihal insiden tersebut dari media sosial. Diakui Arie, bahwa kejadian yang telah menelan korban tersebut bukanlah kegiatan yang dinaungi oleh FAJI. Namun pihaknya turut berduka atas meninggalnya korban Esti Ambaratsari (44).

“Lewat media sosial kami dapatkan kabar ini. Kami juga belum bisa memberikan komentar apapun, karena sejauh ini kegiatan arung jeram tersebut bukanlah kegiatan yang dibawah naungan FAJI Bengkulu,” ujar Arie.

Kendati demikian, terlepas siapapun yang melaksanakan kegiatan arung jeram, baik personal, kelompok, perkumpulan atau lembaga, menurut Arie, hal yang perlu diperhatikan adalah pola manajemen safety procedure dan zero accident yang mungkin terjadi. Hal tersebut penting mengingat olahraga ini rentan dengan berbagai risiko.

“Kami dari pengurs FAJI Bengkulu ikut berduka atas insiden ini. Semoga kejadian seperti ini kedepannya tidak terjadi lagi. Dan bagi kami, ini sebuah pembelajaran untuk kita semua, khususnya pelaku olahraga arung jeram. Dimana sebelum berkegiatan baiknya kita harus mempertimbangkan mengenai SOP, Zero Accident, hingga kemampuan operatornya, apakah sudah memiliki sertifikasi sesuai dengan standar keselematan yang ada atau tidak. Hal ini yang terus kita sosialisasikan ke semua pelaku arung jeram di Bengkulu,” demikian Arie.

Terpisah Dekan FKIP Universitas Bengkulu Prof Sudarwan Danim mengemukakan bahwa kejadian yang dialami oleh korban  ini sangat mengagetkan pihaknya lantaran kegiatan yang dilakukan oleh para korban itu merupakan kegiatan ekstra kampus dan pihaknya sangat yakin, korban memiliki keahlian di bidang arung jeram.

“Memang hoby beliau itu di olahrag alam seperti jeram ini, kalau dia biasa ikut kegiatan seperti ini seluruh standarisasi pasti secar penuh diikutinya, bahwa kemudian kecelakaan yang dialami oleh korban adalh skenario dari tuhan,”tandasnya.

Kemudian dirinya juga menuturkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh korban tidak membawa nama Universitas Bengkulu lantaran kegiaatn yang dilakukan adalah kegiatn perseorangan

“Biasanya mereka berangkat itu pada perseorangan tidak menggunakn perizinan kampus dengan adanya pristiwa ini kita akan merumuskan standarnya untuk kegiatan serupa,”tandasnya. (nvd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed