oleh

Jika Tak Beres, Pengelolaan Pantai Diserahkan ke Pihak Ketiga

Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah
Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, mengatakan jika pengelolaan Pantai Panjang tak kunjung beres, pihaknya akan menyerahkan pengelolaan yang saat ini ditangani Pemda Kota Bengkulu kepada pihak ketiga.

Sebelumnya, disebutkan Junaidi, Walikota Bengkulu Helmi Hasan, meminta kepada Pemerintah Provinsi untuk menyerahkan pengelolaan Pantai Panjang kepada Pemerintah Kota. Namun hingga saat ini terlihat belum ada keseriusan dalam hal menertibkan perizinan lokasi dagang, kebersihan, perhotelan, fasilitas pantai, juga penerangan.

“Bilamana keseriusan kita, Pemkot dan Pemprov tidak tampak kebersamaan dalam mengelola Pantai Panjang, kita akan serahkan kepada pihak ketiga. Ini memang tidak gampang, harus jelas RTRW dan PHL-nya, sehingga kita kumpulkan dulu para pedagang Pantai Panjang untuk kebersamaan,” kata Junaidi, Senin (16/03/2015).

Junaidi mengatakan apabila pengelolaan Pantai Panjang ini diserahkan kepada pihak ketiga, pasti akan dibangun dengan baik tentunya dengan aturan-aturan yang diterapkan pihak ketiga.

“Kalau sudah kita serahkan ke pihak ketiga, otomatis menggunakan standar tertentu dan pedagang harus mengikuti aturan pihak ketiga. Saat ini belum ada dilarang-larang, kondisinya masih enak, sehingga kita minta para pedagang ikut berkontribusi menjaga Pantai Panjang,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Junaidi juga mengeluhkan masalahan penerangan Pantai Panjang yang dinilai masih sangat minim. Selama ini Pemerintah Provinsi sudah memasang lampu tenaga surya, namun cahayanya masih kurang maksimal untuk menerangi sepanjang pantai dari Pantai Jakat hingga Pasir Putih.

“Padahal sepanjang pantai banyak hotel dan restoran. Alangkah indahnya kalau semua bantu pasang lampu yang terang sehingga sepanjang pantai tidak lagi ada bagian yang gelap. Kami minta juga pedagang menyetarakan harga, jangan sampai dagangan yang sama dengan kualitas yang tidak jauh beda, harganya dibandrol mahal. Nanti malah pengunjung enggan berbelanja di Pantai Panjang,” pesannya. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

six − one =

News Feed