oleh

JP, Jadi Maling Diupah Rp 10 Ribu

Desainer : Donny Widya Putra/kupasbengkulu.com
Desainer : Donny Widya Putra/kupasbengkulu.com

kupasbengkulu.com – Dua Orang remaja dan juga kakak adik inisial JP (12) dan AS (14) warga Kelurahan Padang Nangka, Kecamatan Singgaran Pati, Kota Bengkulu terpaksa diamankan di Polres Bengkulu karena membobol dua buah kosan di Jalan Timur Indah RT 33 Kelurahan Sidumulyo Kecamatan Gading Cempaka Jumat (1/8/2014) dini hari.

Dalam laporan salah satu korban Robbi Pernando (23) seorang mahasiswa, saat itu ia sedang mudik ke Curup, Rejang Lebong. Saat itu pelaku AS mengambil 2 unit laptop milik pelapor dan tetangga kostan korban.

Kejadian tersebut baru diketahu korban pada Sabtu (2/8/2014) saat korban kembali ke kosan miliknya ia terkejut melihat laptop miliknya sudah tidak berada di temapat. Sehingga hal ini dilaporkan ke Mapolres Bengkulu.

Setelah mendapat laporan tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan. Setelah diketahui pencurinya, polisi langsung menyergap pelaku di warnet dekat Taman Remaja, Kota Bengkulu. Sehingga keduanya digiring langsung ke Mapolres Bengkulu.

“Ya pelaku sudah kita amankan dengan barang bukti uang Rp 30 ribu sisa dari hasil penjualan 2 unit laptop korban sebesar Rp 800 ribu,” kata Kapolres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono melalui Kasat Reskrim AKP Amsaludin.

Sementara itu saat dikonfirmasi kupasbengkulu.com, AS mengakauinya modus pencurian tersebut saat para korbannya sedang tidak berada di kediaman mereka. Sehingga dengan besi panjang pelaku langsung merusak kunci pintu kosan tersebut.

“Kalau masuk dari depan, saya rusak kunci depan kosan tersebut,” Kata AS.

Pencurian tersebut ia lakukan sendirian. Sedangkan adiknya JP hanya ikut menjual barang hasil curian tersebut dengan upah Rp 10 ribu.

“Kalau adik saya hanya menjual barang itu saja, saya jual Rp 1 juta baru dibayar Rp 800 ribu,” kata AS.

Kecanduan Permainan Online

AS (14) melakukan hal tersebut karena kecanduan game online. Biasanya ia bisa menatap layar komputer mencapai 10 jam perharinya. Ia bisa menghabiskan uang mencapai Rp 50 ribu untuk memaninkan game kesayangannya.

“Biasanya saya main PB bang, biasanya sehari itu bisa Rp 50 ribu perharinya,” kata AS ditemui Minggu (3/8/2014) di ruang penyidik Polres Bengkulu.

Diakuinya, uang yang dihasilkan dari menjual laptop curian sebesar Rp 800 ribu itu sendiri bisa ia habiskan selama 2 hari.

Hingga akhir polisi yang membekuknya, pelaku sendiri sedang berada di warnet di dekat Taman Remaja Kota Bengkulu. Saat itu pelaku sedang asik memainkan game kesukaannya. (dex)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed