Minggu, Mei 22, 2022

Junaidi Hamsyah Mau Bentuk “Negara Bengkulu” ??

Baca selanjutnya

Para pembicara Seminar Nasional Kebangsaan di Provinsi Bengkulu yang digagas MPR RI.
Para pembicara Seminar Nasional Kebangsaan di Provinsi Bengkulu yang digagas MPR RI.

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, berniat ingin membangun “Negara Bengkulu”. Apa pasal?? Junaidi Hamsyah mengemukakan beberapa alasan terkait ‘celetukkannya’ tentang Negara Bengkulu.

Disebutkannya, sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur Bengkulu, ia sudah menemui sejumlah penentu kebijakan (stakeholder) dalam APBN, seperti Menteri Ekonomi Keuangan (Menko Ekuin), Menteri Pekerjaan Umum (PU), Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), dan lain sebagainya, namun belum ada bantuan yang didapatkan Provinsi Bengkulu.

“Rasanya keterlaluan kalau Presiden, Wakil Presiden, dan menteri-menterinya sudah mengunjungi Bengkulu, bahkan kita temui langsung, tapi bantuan 4-5 triliun saja tidak kita dapatkan. Belum lagi masalah proposal pelurusan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau yang kita garap sejak tahun 2012 untuk kita seriusi. Andai kata nantinya kita ada bencana, kemana kita akan lari? Kan satu-satunya jalan ya jalan itu. Tapi sampai sekarang juga penganggarannya untuk APBD 2015 sekitar 200 miliar. Kalau cuma 200 miliar, kapan selesainya jalan itu? Lalu mana komitmen pemerintah pusat?,” tegas Junaidi, Sabtu (31/05/2014).

“Sebagai Pemerintah Provinsi Bengkulu inginnya ini tidak hanya sekedar janji saja, sesuai dengan pidato Presiden SBY pada momen HPN terdahulu. Memang sudah ada janji-janji yang ditepati, namun inginnya ini dirampungkan dan diberikan dana yang lebih besar untuk pembangunan infrastuktur,” tambahnya.

Dilanjutkan Junaidi tidak menutup kemungkinan bahwa pelurusan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau nantinya akan diserahkan kepada pihak swasta apabila pemerintah pusat tidak mengambil kebijakan tegas.

“Kalau pihak swasta punya mekanisme yang tepat untuk pembangunan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau, kita undang pihak swasta dan kita buat perjanjiannya. Misal, 40 tahun kita percayakan swasta yang mengelola, hilahkan diambil hasil dari 40 tahun itu. Selebihnya lepas dari 40 tahun akan dikembalikan kepada Pemerintah Provinsi,” sambung Junaidi.

Dirinya juga berharap pada kedatangan Wakil Presiden Boediono besok (Minggu, 01/06/2014), wapres akan meninjau kembali Pelabuhan Pulau Baii sehingga Pelindo tidak main-main lagi dengan pembangunan Pulau Baai.

“Kita di sini tidak merasa dianaktirikan, selama ini kita tidak serius dalam satu bidang. Keinginannya semua dituntaskan satu-persatu sehingga akan berdampak pada perekonomian Bengkulu,” pungkasnya.(val)

Mantan Menakertrans Fahmi Idris Tutup Usia

Kupas News, Jakarta - Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris meninggal dunia pada Minggu 22 Mei 2022. Kepastian meninggalnya Fahmi...

Maraknya Konflik Agraria, Dempo Xler Menilai Hukum Tidak tegak

Kupas News, Bengkulu – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler turut bersikap atas maraknya konflik agraria yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu....

Ketua Dewan Supriyanto Dampingi Helmi Hasan Terima Penghargaan WTP dari BPK

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) atas laporan keuangan...

ARGA Gelar Halal Bihalal Bertajuk Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri

Kupas News, Mukomuko – Aliansi Remaja Gemar Aktifitas (ARGA), Kamis (19/05) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi bertajuk “Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri” di...

Sera dan Joan Bakal Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

Kupas News, Seluma - Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Seluma yang ke-19, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Seluma mempersembahkan kado Spesial...

Terbaru