Sabtu, Desember 3, 2022

Junaidi Hamsyah Mau Bentuk “Negara Bengkulu” ??

Baca selanjutnya

Para pembicara Seminar Nasional Kebangsaan di Provinsi Bengkulu yang digagas MPR RI.
Para pembicara Seminar Nasional Kebangsaan di Provinsi Bengkulu yang digagas MPR RI.

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, berniat ingin membangun “Negara Bengkulu”. Apa pasal?? Junaidi Hamsyah mengemukakan beberapa alasan terkait ‘celetukkannya’ tentang Negara Bengkulu.

Disebutkannya, sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur Bengkulu, ia sudah menemui sejumlah penentu kebijakan (stakeholder) dalam APBN, seperti Menteri Ekonomi Keuangan (Menko Ekuin), Menteri Pekerjaan Umum (PU), Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), dan lain sebagainya, namun belum ada bantuan yang didapatkan Provinsi Bengkulu.

“Rasanya keterlaluan kalau Presiden, Wakil Presiden, dan menteri-menterinya sudah mengunjungi Bengkulu, bahkan kita temui langsung, tapi bantuan 4-5 triliun saja tidak kita dapatkan. Belum lagi masalah proposal pelurusan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau yang kita garap sejak tahun 2012 untuk kita seriusi. Andai kata nantinya kita ada bencana, kemana kita akan lari? Kan satu-satunya jalan ya jalan itu. Tapi sampai sekarang juga penganggarannya untuk APBD 2015 sekitar 200 miliar. Kalau cuma 200 miliar, kapan selesainya jalan itu? Lalu mana komitmen pemerintah pusat?,” tegas Junaidi, Sabtu (31/05/2014).

“Sebagai Pemerintah Provinsi Bengkulu inginnya ini tidak hanya sekedar janji saja, sesuai dengan pidato Presiden SBY pada momen HPN terdahulu. Memang sudah ada janji-janji yang ditepati, namun inginnya ini dirampungkan dan diberikan dana yang lebih besar untuk pembangunan infrastuktur,” tambahnya.

Dilanjutkan Junaidi tidak menutup kemungkinan bahwa pelurusan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau nantinya akan diserahkan kepada pihak swasta apabila pemerintah pusat tidak mengambil kebijakan tegas.

“Kalau pihak swasta punya mekanisme yang tepat untuk pembangunan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau, kita undang pihak swasta dan kita buat perjanjiannya. Misal, 40 tahun kita percayakan swasta yang mengelola, hilahkan diambil hasil dari 40 tahun itu. Selebihnya lepas dari 40 tahun akan dikembalikan kepada Pemerintah Provinsi,” sambung Junaidi.

Dirinya juga berharap pada kedatangan Wakil Presiden Boediono besok (Minggu, 01/06/2014), wapres akan meninjau kembali Pelabuhan Pulau Baii sehingga Pelindo tidak main-main lagi dengan pembangunan Pulau Baai.

“Kita di sini tidak merasa dianaktirikan, selama ini kita tidak serius dalam satu bidang. Keinginannya semua dituntaskan satu-persatu sehingga akan berdampak pada perekonomian Bengkulu,” pungkasnya.(val)

JMSI Tetapkan Tiga Pemenang Lomba Video Pendek Wisata Bengkulu

Kupas News, Kota Bengkulu – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu berkerjasama dengan BDF Creator menggelar lomba video pendek dalam rangka menyemarakan HUT Provinsi...

LIRA Bengkulu Surati Komisi I Panggil Manajemen PT. Pamor Ganda

Kupas News, Kota Bengkulu  – PT. Pamor Ganda hingga saat ini belum merealisasikan 6 poin kesepakatan atas pemenuhan tuntutan 3 desa penyangga. Kesepakatan ini...

Dua Pengedar Ganja Asal Kota Bengkulu Diringkus Polisi

Kupas News, Kota Bengkulu – Subdit I ditresnarkoba polda Bengkulu berhasil meringkus dua orang pengedar narkoba jenis ganja dengan barang bukti 10 paket ganja...

Petugas Damkar Berhasil Jinakan Api yang Melahap Tiga Ruko di Tanah Patah

Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di Tanah Patah Kota Bengkulu, Kamis, 1 Desember 2022, Foto: Dok/Irfan Arief Kupas News, Kota Bengkulu - Peristiwa kebakaran...

Modus Politik Uang Melalui Dompet Digital pada Pemilu 2024

Oleh : Elfahmi Lubis* Ditengah persiapan teknis menyongsong pelaksanaan Pemilu 2024, berbagai potensi kerawanan tengah diidentifikasi. Dengan harapan berbagai bentuk kecurangan pada Pemilu sebelumnya bisa...
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Terbaru