oleh

Kabupaten Lebong Tolak Komunisme

S
Suasana saat sosialisasi bahaya komunisme.

Lebong, Kupasbengkulu.com – Menyikapi kian gencarnya kelompok komunis dalam menunjukkan eksistensinya, Forum Pemuda Peduli Negara (Formula) bekerja sama dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi antisipasi masuknya bahaya laten paham komunis.

Sosialisasi Ini untuk menciptakan masyarakat Lebong yang memegang teguh Pancasila, Selasa (31/5/2016).

Sosialisasi yang dihadiri setidaknya  60 peserta, terdiri dari Guru PKN SMA sederajat, tokoh masyarakat, Danramil dan Babinsa serta Kapolsek termasuk  Babinkabtibmas dari 12 Kecamatan yang ada.

Hadir juga sebagai pemateri, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0409 R/L, Mayor Infantri  Sisrachmat, Kasat Intel Polres Lebong, AKP Darhasan, Staf Intel Kejari Tubei, Hendrizal serta Kakan kesbangpol, Drs. Heriyantoni.

Dalam penjabarannya, Pabung mengatakan secara tegas, menolak paham radikal kiri ini masuk ke Kabupaten Lebong. Bahkan Negara sendiri sudah membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) melalui TAP MPR No XXV Tahun 1966.

“Jadi segala bentuk macam aktifitas yang berbau komunis, tidak diperbolehkan oleh Negara. Saya secara tegas akan menolak paham ini, terkhususnya ke Kabupaten Lebong sesuai dengan TAP MPR No XXV Tahun 1966 dan UU 27 Tahun 1999,” kata Pabung.

Makin eksisnya para aktivis paham komunis ini, tak lepas dari sistem demokrasi yang dianut oleh negara. Kebebasan hak tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah Ormas, untuk  menghidupkan kembali paham tersebut, dengan dalih Demokrasi, HAM dan pembelaan hak-hak rakyat.

“Tidak sedikit ideologi masyarakat yang sudah dibelokkan. Untuk itu, kita tetap memegang teguh kepada Dasar Negara yakni Pancasila,” tegasnya.

Kasat Intel juga memaparkan, terbentuknya PKI sejak 1914 ini sudah melebarkan sayap-sayapnya. Seperti pelajar, pemuda raya, petani dan Gerwani. Dirinya  tak menampik jika orang-orang dengan ideologi ini masih ada di Lebong dan perlahan berupaya eksis kembali.

“Perlu diwaspadai bersama kembali masuknya tokoh-tokoh dari luar negeri. Perkembangan PKI ini akan terus berjalan mulai dari dasar mengubah pola dan cover untuk mengubah mainset ideologi masyarakat,” terang Kasat.

Dikutip dari mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), Hendro Priyono, Staf Intel Kejari, Hendrizal menghimbau agar masyarakat meningkatkan koordinasi antar lini.

“Jadi perlu kita pelajari ilmu intelejen. Kita harus peka terhadap informasi, walau sekecil apapun itu. Warga harus merasa saling memiliki bersama untuk saling sharing,” pungkas Hendrizal.

Penulis: Rendra Sutanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed