oleh

Kampung Nelayan Malabero, Sentra Produksi Ikan Kering Kota Bengkulu

Pantai Malabero kawasan sentra produksi ikan kering Kota Bengkulu.
Pantai Malabero kawasan sentra produksi ikan kering Kota Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Kekayaan bahari Bengkulu tak hanya pada keindahan pantai dan lautnya saja, namun juga terletak pada potensi sumber daya alam dan kulinernya. Bengkulu memiliki perairan laut yang sangat luas, tak heran jika di sepanjang pantai banyak masyarakat yang kemudian beralih menjual berbagai makanan laut terutama ikan kering.

Seperti halnya di Pasar Pantai Malabero Kota Bengkulu. Daerah yang juga disebut kampung nelayan ini mayoritas penduduknya menjual aneka ikan kering yang siap dibawa sebagai ‘buah tangan’ wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu. Aneka ikan kering tersedia, mulai dari ikan teri, beledang, gleberan, kakap, jambal roti, gabus laut, lidah-lidah, dan masih banyak lagi.

Proses pengeringan ikan.
Proses pengeringan ikan.

Keuntungan dari ikan kering adalah dapat bertahan hingga enam bulan lamanya. Untuk setiap kilogramnya dijual rata-rata Rp 50 ribu. Ikan kering ini dapat dibuat dalam berbagai olahan makanan, mulai dari makanan tradisional, makanan modern, hingga snack.

“Semua ikan yang dijual di sini merupakan hasil laut Pantai Malabero dan juga Pulau Baai. Prosesnya dikerjakan sendiri. Ikan hasil tangkapan dibelah kemudian dijemur beberapa hari di atas waring (tempat penjemuran). Beberapa jenis ikan harus diberi garam sebagai pengawet agar tak berlalat. Biasanya untuk ikan ukuran besar dan sedikit tebal,” ujar Ema, salah satu pedagang ikan kering di Pantai Malabero.

Di pasar Pantai Malabero ini sendiri tersedia puluhan outlet yang menjual aneka ikan kering sehingga wisatawan tak perlu kesulitan mencari oleh-oleh saat hendak pulang ke daerah asal. Di samping itu, lokasinya juga tak jauh, hanya beberapa meter dari lokasi wisata sejarah Benteng Fort Marlborough dan Kampung Cina.

“Sejauh ini para pembeli produk ikan kering mayoritas adalah para pendatang atau wisatawan. Sehingga tak salah jika kemudian ikan kering ini lebih dikenal sebagai buah tangan khas Kota Bengkulu,” tandas Ema. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed