oleh

Kejari Bengkulu Lirik Dugaan Korupsi Pembangunan PPN

ujang kejari
Kasi Pidsus Kejari, Ujang Suryana

kupasbengkulu.com – Pembangunan Pasar Percontohan Nasional (PPN) Kota Bengkulu, saat ini masih diselidiki Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, yang mana telah memasuki tahap kesimpulan penyidik.

”Kalau penyelidikan sudah dalam tahap kesimpulan, dimana penyidik masih merampungkan penyelidikan terhadap Pasar Panorama,” kata Kasi Pidsus Kejari, Ujang Suryana, Jumat (22/8/2014).

Terkait hal tersebut, lanjut Ujang, dari Kejari telah meminta keterangan 8 orang dari dinas-dinas terkait, untuk mengusut dugaan kerugian negara. Namun, saat ini belum dapat ditarik kesimpulan berapa kerugian dalam pembuatan percontohan Pasar Panorama tersebut.

”Kita masih mencari peritiswa dalam kasus ini,” jelas Ujarng.

Sekedar mengetahui, pembangunan PPN Panorama dari Kejari Bengkulu menduga adanya tindak pidana korupsi, saat pembangunan pasar berlangsung, yang ditandai dengan pembangunan yang diduga tidak sesuai dengan besarnya dana yang dianggarkan.

Dimana pembangunan pasar percontohan menelan dana sekitar Rp 18,5 Miliar dari APBN dan Rp 3 Miliar dari APBD Kota Bengkulu. Terhitung mulai 12 Mei 2014 lalu, tim penyidik tindak pidana khusus Kejari Bengkulu mengeluarkan surat perintah penyelidikan, yang dikoordinir Kepala Seksi Pidsus dan Kepala Seksi Intelijen Kejari Bengkulu.

Dari penyelidikan, penyidik menemukan dugaan lantai kios lebih rendah dari badan jalan yang mengakibatkan banjir ketika hujan, saluran air yang sudah tidak berfungsi lagi, plafon yang terbuat dari triplek berukuran 4 mm yang standarnya 9 mm, dan seng yang sudah berkarat. Padahal baru dua tahun digunakan. (dex)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

sixteen − nine =

News Feed