oleh

Kekurangan Ikan, Warnai Pemecahan Rekor

Dewan Pembina Wonderful Bengkulu, H. M. Saleh, memberikan keterangan persnya, melihat kekacauan pemecahan rekor Muri ini.
Dewan Pembina Wonderful Bengkulu, H. M. Saleh, memberikan keterangan persnya, melihat kekacauan pemecahan rekor Muri ini.

kupasbengkulu.com- Pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) bakar ikan terpanjang di Indonesia, Sabtu (8/2/2014), dikacaukan dengan kekurangan stok ikan yang akan dibakar. Akibatnya, suasana sempat menjadi kacau, karena ada sebagian wilayah lokasi bakar ikan tidak kebagian ikan lagi, sehingga menimbulkan amarah masyarakat.

“Apapun kondisi yang terakhir terjadi, ini merupakan tanggung jawab saya,” tegas Dewan Pembina Wonderful Bengkulu selaku penyelenggara, H. M. Saleh.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, kata dia, telah memerintahkan anggota Wonderful Bengkulu untuk menambah kekurangan ikan. Setelah itu, akan dibagikan melalui koordinator pembagi kupon dan akan diantarkan ke rumah masing-masing masyarakat pemegang kupon yang belum mendapatkan ikan.

“Insya Allah untuk pemecahan rekor Muri ini tidak batal, karena mereka yang menilai, dan saat ini saya belum mendapatkan konfirmasinya,” ujarnya.

Diakuinya, penyebabnya juga pendistribusian ikan yang tidak maksimal, dan ada juga ikan yang hilang saat akan dibagikan, dan setelah dibagikan.

“Di depan Posko sendiri ada ikan yang hilang begitu akan didistribusikan, seperti pagi tadi ikan dikirim ke daerah sport centre juga hilang. Saya berpikir positif saja mungkin orang suka makan ikan,” tambahnya.

Selain itu juga, memang ada pendistribusian yang berlebihan dalam satu wilayah.

“Waktu saya berkeliling melihat kegiatan bakar ikan ini, ada panggangan yang melebihi kapasitas,” tandasnya.

Juga lokasi yang sepanjang 12 kilometer, diakuinya pula, pihak penyelenggara kesulitan dalam melakukan pendistribusian dan pengawasan.

Dari pantauan kupasbengkulu.com, di beberapa titik terlihat juga warga yang tidak kebagian ikan membakar tempat panggangan ikan. Beruntung, petugas kepolisian datang ke lokasi untuk menenangkan masyarakat yang tidak kebagian ikan, sehingga emosi warga tersebut bisa diredam. (vee)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed