oleh

Ketua Puskaki Nilai ‘Mutasi Tertutup’ Pemkot Ada Kejanggalan

Melyansori
Melyansori

kupasbengkulu.com – Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu, Melyansori menilai pelaksanaan ‘Mutasi Tertutup’ yang digelar di Balai Kota pada Rabu (20/08/2014) memiliki banyak kejanggalan yang tak lain karena banyaknya permasalahan yang mendera Pemerintahan Kota Bengkulu. Permasalahan tersebut seperti Samisake, sengketa lahan SD.Negeri 62, Masterplan, serta kasus Bansos yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari Bengkulu).

Menurutnya hal ini juga dilihat dari pola mutasi yang dilakukan pemerintah kota yang juga terkesan terburu-buru.

“Puskaki menilai bahwasannya mutasi yang buru-buru dan tertutup ini ada kaitannya dengan banyaknya kasus yang melanda Pemda Kota, yang mana diduga melibatkan orang nomor 1 di Kota Bengkulu ini,” ujar Melyansori, Kamis (21/08/2014).

Pencopotan Yadi dari jabatannya sebagai Sesdakot dan digantikan oleh Fachruddin Siregar yang masih menjabat sebagai Asisten II dinilai bukanlah keputusan yang tepat. Menurutnya, sejauh ini Yadi termasuk berkompeten di bidangnya serta tidak memiliki banyak permasalahan.

“Rasanya tidak etis sekelas orang nomor 3 di Kota Bengkulu ini dinonjobkan. Semestinya menyampaikan alasan penggantian itu. Kalau memang karena ingin memaksimalkan pelayanan publik, secara tidak langsung mengatakan Yadi tak maksimal, apakah demikian?” tanya Melyansori.

Kendati demikian pihaknya mengapresiasi Yadi yang selama ini telah bekerja sebagai Sesdakot Bengkulu. Namun Melyansori berharap agar Yadi berani ‘bersuara’ terkait permasalahan yang sedang terjadi di lingkup Pemerintahan Kota Bengkulu.

“Mewakili masyarakat kami meminta kepada pak Yadi untuk ‘buka suara’, kita transparan dan beberkan kepada masyarakat apa yang sebenarnya sedang terjadi sehingga Pemkot Bengkulu banyak masalah seperti ini,” tandasnya.(val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eighteen − one =

News Feed