oleh

Kisah Pilu Hilangnya Sosok Marsha Secara Misterius

Marsha Rilla Putri,bersama Ayah
Marsha Rilla Putri,bersama Ayah

kupasbengkulu.com – Marsha Rilla Putri akhirnya mau menceritakan segelintir pengalamannya. Remaja putri yang akrab dipanggil Rilla ini sempat menghilang selama sembilan hari secara misterius, lalu kembali lagi ke rumah dengan membawa sejuta teka-teki bagi keluarganya.

”Aku berangkat sekolah jam setengah tujuh sama Dika. Sampai sekolah jam tujuh,” tutur Rilla, saat mulai bercerita, Selasa (26/8/2014).

(Baca juga : Dibawa ke Jawa Timur?, Marsha Sempat Ditolak Petugas Bandara)

Sambung Rilla, hari pertama ia menghilang, yakni Sabtu pagi (16/8/2014), ia berangkat sekolah bersama sepupunya, Dika. Setibanya di sekolah sekitar pukul 07.01 WIB, mereka berpisah di tempat parkir di halaman sekolah, karena antara Rilla dan Dika akan masuk ke ruang kelas yang berlainan.

Sekitar pukul 08.36 WIB, Rilla memutuskan keluar dari lingkungan sekolah menuju loket travel jurusan Penarik – Bengkulu. Kemudian ia berangkat ke kota Bengkulu dan tiba di sana sekitar pukul 15.11 WIB.

”Sorenya, habis Magrib, sekitar jam tujuh malam aku berangkat ke Jakarta, naik mobil travel,” tambah Rilla.

Berangkat Sabtu malam (16/8/2014), ia tiba di Jakarta pada Senin Pagi (18/8/2014) di wilayah Stasiun Senen Jakarta Pusat. Bingung mau kemana, Rilla berjalan berkeliling tak tentu arah. Akhirnya, ia bertemu dengan pemulung yang tinggal tidak jauh dari stasiun Senen Jakarta Pusat.

Esoknya, Selasa (19/8/2014) ia duduk-duduk di rel kereta api dekat stasiun senen. Sekitar pukul 10.06 WIB ia dihampiri seorang pria tak dikenal yang mengatasnamakan Saja’i Riyadi. Pria tersebut membawa Rilla ke daerah Jawa Timur, tepatnya Desa Kedunglo Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.

”kami naik kereta api jurusan Jakarta – Surabaya,” aku Rilla.

Nomor ponsel yang selama ini dianggap sebagai nomor misterius ternyata adalah nomor ponsel milik Rilla. Ia mengaku, cassing handphone miliknya terlepas lalu kartu SIM miliknya hilang di kereta tersebut.

”Cassing HP aku protol (terlepas,red) waktu didalam kereta. Kartunya hilang. Aku pakai kartu baru,” imbuh Rilla.

Anak 14 tahun tersebut mengaku, sempat tinggal di daerah Situbondo, Jawa Timur, hingga akhirnya Sabtu pagi (23/8/2014) ia kembali diantar oleh pria yang disebut-sebut Riyadi tersebut berangkat menuju Bandara Soekarno – Hatta Jakarta. Tiba di Bandara, Minggu siang (24/8/2014) sekitar pukul 11.32 WIB.

Setelah dibelikan tiket maskapai Lion Air, ia ditinggalkan sendirian di Bandara. Hingga akhirnya ia sempat ditolak petugas Bandara saat check in karena dianggap belum cukup umur, tanpa identitas, dan tanpa orang dewasa yang mendampinginya.

Peristiwa ditolak dirinya, pihak bandara tersebut segera dilaporkan oleh Rilla kepada kedua orang tuanya yang telah menunggu lebih dari 12 jam di Bandara Fatmawati Bengkulu.

Akhirnya, berkat upaya keras kedua orang tuanya di Bengkulu, yang terus mendesak pihak Bandara, akhirnya Rilla diizinkan pihak bandara menjadi penumpang maskapai Lion Air Lines jurusan Jakarta – Bengkulu, yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 16.32 WIB.

Kini Marsha Rilla Putri telah berada di tengah-tangah keluarganya. Namun, ia belum mau menyampaikan motif dan tujuan ia menghilang tersebut. Kedua orang tua terus berusaha membujuknya, untuk mengakui motif dari menghilang dirinya yang telah membuat panik keluarga.

Rilla mengaku berangkat sendiri ke Jakarta, dengan ongkos dari uang yang ia kumpul-kumpulkan. Namun, keluarga belum bisa mempercayai hal itu. Keluarga Marsha terus melakukan pendekatan secara lembut dan penuh kasih sayang kepada anak bungsunya tersebut untuk mendapatkan informasi yang mungkin masih disimpan olehnya.

Penulis : Safrianto, Kabupaten Mukomuko.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × one =

News Feed