Jumat, Januari 28, 2022

Kisruh RUU, Ridwan Mukti Tawarkan Lima Model Pilkada

Baca selanjutnya

Ridwan Mukti
Ridwan Mukti

kupasbengkulu.com – Kisruh soal Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Bupati Musi Rawas, yang juga Calon Gubernur Bengkulu 2015, Ridwan Mukti, tawarkan 5 model Pilkada, antara lain sistem pemilihan langsung, pemilihan langsung dipersempit, sistem perwakilan DPRD, sistem perwakilan diperluas, dan melalui forum adat. Kelima model ini bisa diterapkan di masing-masing daerah di Indonesia sesuai dengan karakteristik daerahnya.

Diungkapkannya dalam acara diskusi bertajuk “Prokontra Pilkada Langsung”, yang turut dihadiri politisi Partai Hanura, Yudi Krisnandi, serta berbagai OKP dan LSM, Ridwan mengungkapkan praktik Pilkada yang terjadi sejauh ini berpotensi menyuburkan kultur kapitalis dan membuat tatanan sosial gotong royong terus tergerus.

“Antara tetangga bermusuhan, antara santri dan kiai sudah tidak akur, semua diukur dengan uang. Siapa yang kalah tidak tinggal lagi di kampung itu. Akibatnya orang-orang hebat tidak ada lagi di daerah,” lanjutnya.

Hal ini seperti dituangkan Ridwan dalam Disertasi yang ditulisnya di Universitas Sriwijaya, serta berdasarkan pengalaman di lapangan, setidaknya dalam mengikuti dua kali Pilkada langsung Bupati Musi Rawas, dan sekali saat Pilgub Sumatera Selatan.

“Praktik Pilkada yang tidak seragam sudah berlangsung selama ini. Misalnya di DKI Jakarta, untuk Gubernur dipilih langsung, sementara Walikota dan Bupati ditetapkan. Di DI Yogyakarta, Gubernur justru ditetapkan, sedangkan Bupati dan Walikota dipilih langsung. Di Papua ada sistem noken, dan berbeda juga di Aceh. Sehingga ruang untuk beragam itu memang sudah ada,” terang Ridwan.

Sementara, menurut Yudi Krisnandi, argumentasi yang disampaikan selama ini untuk menolak pemilihan langsung adalah argumentasi emosional.

“Bagaimana mereka merumuskan demokratisasi? Kalau hari ini pilihannya ke DPRD, kenapa tidak diserahkan saja kepada presiden untuk memilih? Tentu mereka tidak mau diilih presiden karena presidennya Jokowi. Jadi ini semua emosional,” tegas Yudi.

Keinginan “Koalisi Merah Putih” untuk kembali seperti pada era Orde Baru dinilai tidak salah, namun semangat reformasi melemah dan mendegradasi keinginan rakyat.

“Demokrasi harus terus berjalan ke depan bukan dengan melawan kehendak perubahan,” kata Yudi.

Yudi juga menyebut persoalan ini hanya upaya untuk menjegal pemerintahan baru Jokowi-JK, karena mereka mengira akan berdampak di daerah sehingga mampu menguasai kekuasaan lokal.

“Dengan kekuatan 65 persen di DPR, mereka (Koalisi Merah Putih-red) menganggap Pilkada langsung tidak akan terjadi, dan mereka bisa menang mudah di Pilkada. Tapi kita ingatkan ini bisa mengakibatkan ekses instabilitas baru. Kalau niatnya seperti itu jelas kontraproduktif dengan kehendak rakyat, dan jangan salahkan jika rakyat nanti yang bergerak ke DPR,” tandas Yudi.(val)

- Advertisement -

Genap Setahun, Kapolri Usung Semangat Transformasi Polri yang Presisi

Kupas News, Jakarta – Jenderal Listyo Sigit Prabowo genap menjabat satu tahun menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), hari ini, setelah dilantik oleh...

Pemkot Bengkulu Raih Predikat Standar Kepatuhan Pelayanan Publik

Kupas News, Bengkulu – Ditahun 2021, standar pelayanan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali meraih piagam penghargaan predikat kepatuhan tinggi standar pelayanan publik dari Ombudsman...

Dua dari Tiga Pelaku Curanmor di Seluma Masih Dibawah Umur

Kupas News, Seluma – Tiga orang tersangka berinisial RP (17) , AL (17) dan DH (20) terlibat Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Ketiganya merupakan warga...

Gubernur Rohidin Pastikan Alokasi Dana KUR Sentuh Industri Kecil

Kupas News, Bengkulu – Provinsi Bengkulu kembali mendapatkan penambahan alokasi kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Pemerintah Pusat yang akan disalurkan melalui Bank Himbara...

Bengkulu Masuk 10 Besar Nasional Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Kupas News, Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berhasil mendapatkan predikat Baik dengan perolehan nilai 2,79 di atas Provinsi Jawa Tengah yang mendapatkan nilai...

Terbaru