oleh

Koban Kebakaran Salon Viviet Dapat Bantuan Darurat

puing rumah sisa kebakaran
puing rumah sisa kebakaran

kupasbengkulu.com – Paska kebakaran hebat yang menimpa Salon Viviet di Hibrida 15 Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu (7/7/2014) sekitar pukul 00.00 WIB, Dinas Sosial Kota Bengkulu memberikan bantuan darurat kepada korban Bukhary (51) dan Rosmin (48).

Bantuan tersebut berupa sembako, makanan siap saji, alat-alat dapur dan pakaian lengkap bagi ketiga korban yang mendiami Salon Viveit tersebut. Namun bantuan tersebut bantuan sementara kepada korban.

“Bantuan ini hanya masa panik. Yang kita berikan yakni  makanan siap saji, sembako, alat-alat dapur serta pakaian dan jumlah bantuan yang diberikan  tergantung jumlah KK nya. Kalau bantuan ke depan akan diusulkan,” kata kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Sudarto.

Sementara itu, anak korban Gina Lavionita (16) mengatakan hampir seluruh harta benda mereka tak terselamatakan pada kebakaran hebat menimpah mereka. Untungnya, mobil dan dua unit sepeda motor yang bisa diselamatkan oleh mereka.

“Kami tidak sempat membawa barang dan harta benda, cuma mobil dan dua motor. Kalau barang yang lain tak bisa diselamatkan tapi ayah sempat menyelematkan  bawa berkas-berkas,” kata Gina yang baru tamat Sekolah Menegah Pertama ini.

Namun kejadian tersebut membuat mereka  pasrah dan mereka rela menerima cobaan yang diberikan oleh tuhan tersebut. Kini mereka hanya bisa menumpang tinggal dirumah tetangga dan sanak family mereka.

“Kalau malam tadi tinggal depan rumah inilah, entah kalau nanti mungkin numpang rumah sanak keluarga. Semoga aja ada hikmah dibalik semua ini mungkin cobaan,” ucap anak tunggal pasangan Bukhary (51) dan Rosmin (48).

Indikasi terjadinya kebakaran tersebut dari konsleting listrik yang berada di depan rumah mereka. Percikan api tersebut langsung membakar plafon salon tersebut. Api tersebut sempat dipadamkan mereka, namun tidak kunjung padama. Malahan api kecil tersebut terus menjalar ke plafon mereka. Hingga membakar seluruh bangunan yang mudah dimakan api.

Saat menghubungi PBK tak kunjung diangkat-angkat. Namun setelah tiba dilokasi, api sudah menghangsuskan banguna tersebut. Tingga hanya puing-puing bangun saja yang tersisa.(dex)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed