oleh

Kriminalitas di Lembak Bukan karena Budaya

Kriminolog Universitas Bengkulu, Noeke Sri Wardhani, M.Hum
Kriminolog Universitas Bengkulu, Noeke Sri Wardhani, M.Hum

kupasbengkulu.com – Kriminolog Universitas Bengkulu, Noeke Sri Wardhani, M.Hum mengungkapkan bahwa budaya bukanlah faktor penyebab kriminalitas, termasuk kejahatan penyalahgunaan narkoba.

“Kalau memang narkoba yang jadi penyebab utama kriminalitas, artinya budaya bukanlah faktor penyebab. Tempat yang terisolir pun bukanlah faktornya. karena itu gak ada pengaruh. Toh, banyak tempat terisolir yang bebas narkoba,” ujarnya.

(Terkait : LSM:Kejahatan di Lembak, Rejang Lebong karena Narkoba)

Permintaan konsumen masyarakat Lembak terhadap narkoba dinilai cukup tinggi. Ini terbukti dari hasil survei yang membuktikan pengguna narkoba dari kalangan pelajar mencapai 75 persen. Permintaan yang tinggi ini membuat jaringan pengedar semakin kepincut untuk menyalurkan barang haram tersebut.

Efek penyalahgunaan narkoba oleh remaja akan berimbas pada kejahatan-kejahatan lainnya, karena ketika sudah kecanduan, pamakai narkoba akan melakukan apa pun untuk memenuhi kebutuhan akan barang itu meskipun harus mencuri, merampok, bahkan membunuh.

(LSM: Hampir 75 Persen Pelajar di Lembak Gunakan Narkoba)

“Tingginya pengguna narkoba oleh pelajar yang hingga 75 persen itu pastinya akibat terjebak pada pergaulan yang salah. Kenapa demikian? karena anak-anak terlampau dibiarkan bebas. Kebebasan inilah yang membuat mereka sampai terjebak,” tambahnya.

Dalam hal ini, orang tua adalah yang utama. Orang tua harus lebih mengawasi dan memperhatikan keseharian anaknya, jangan dibiarkan terlampau bebas.

Peran sekolah juga sangat diharapkan, karena kondisi orang yang memiliki persepsi dan latar belakang beraneka ragam. Banyak orang tua yang hanya memiliki waktu yang sangat minim untuk mengawasi anaknya akibat kesibukannya mencari nafkah. Akibatnya komunikasi antara orang tua dan anaknya menjadi kurang harmonis.

Menghadapi kondisi seperti ini, pihak sekolah harus mengambil alih tanggung jawab orang tua. Sekolah juga harus memaksimalkan pengawasan dan perhatian terhadap para siswanya agar dapat meminimalisir penyalahgunaan narkoba.

“Sangat diperlukan kerjasama antara pihak sekolah, dinas pendidikan, Badan Narkotika (BNN), dan pihak kepolisian untuk mengadakan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya narkoba, tentang hukum dan undang-undang penyalahgunaan narkoba,” tandasnya. (cr2)

Rekomendasi