oleh

Legenda Manusia Harimau Semidang Bukit Kabu

-Tak Berkategori
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

SEJARAH mencatat kawasan Semidang Bukit Kabu adalah habitat Harimau Sumatera. Konon di daerah ini terjadi pertempuran ratusan Harimau dengan sekelompok manusia sehingga kawasan itu ditinggalkan oleh masyarakat yang saat ini mulai dirambah menjadi kawasan perkebunan dan perusahaan investor.

Menurut sumber informasi penulis, kala itu di kawasan Semidang Bukit Kabu hiduplah sekelompok masyarakat, diantaranya ada sepasang suami istri yang namanya tidak disebutkan sumber setelah bertahun-tahun bertahan hidup di hutan belantara ahirnya sang istri mengandung.

Saat akan melahirkan sang istri tampak kesulitan hingga sang suami pergi turun ke seberang bukit untuk meminta pertolongan. Namun dalam kesulitan sang istri mendapatkan pertolongan dari seorang paranormal (disebut dukun) yang konon merupakan jelmaan Harimau (sekarang kerap disebut nenek moyang atau puyang dalam bahasa serawai).

Ketika sang suami kembali dari bawah bukit dia terkejut melihat anaknya telah lahir sementara ada Harimau tak jauh dari istrinya melahirkan.

“Zaman dahulu setiap orang memiliki ilmu kanuragan, tidak hanya menyerupai Harimau, ada juga manusia yang bisa berubah menjadi gajah dan burung,” cerita Ali Warga Desa Simpang Kecamatan Seluma Utara belum lama ini.

Takut Harimau menerkam anaknya sang suami kemudian mengambil tombak panjang (kujur dalam bahasa serawai) lalu menusuk Harimau yang telah membantu istrinya yang melahirkan.

Tidak sampai disitu, Harimau itu kemudian diambil kepalanya dan dibuat kentongan (gegetuak dalam bahasa serawai).

Harimau berdatangan ke kawasan bukit ini berdasarkan bunyi kentongan, seberapa banyak kentongan kepala Harimau dipukul maka semakin banyak Harimau datang.

“Lalu kemudian terjadilah pertempuran ganas hingga sebagian penduduk berpindah tempat,” ceritanya lagi.

Tidak sedikit masyarakat di kawasan Semidang Bukit Kabu tewas akibat pertarungan ini, namun beberapa selamat, dan sempat melarikan diri sebelum terjadi pertempuran ganas ini.

Usai pertempuran itu hanya ada suara auman harimau terdengar di puncak Semidang Bukit Kabu dan hingga sekarang di kawasan ini masih kerap muncul Harimau Sumatera.

Menurut kabar sebagian masyarakat penduduk Semidang Bukit Kabu sebagian berpindah ke kawasan tanah Semidang yaitu Kecamatan Semidang Alas, dan Semidang Alas Maras saat ini.

Namun sebagian juga berpindah ke daerah Kabupaten Bengkulu Tengah. Sempat terjadi konflik antara harimau dan manusia beberapa waktu lalu di kawasan ini.

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menyatakan bahwa Semidang Bukit Kabu merupakan habitat Harimau Sumatera.(**)

Penulis Sepriandi, Seluma

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *