oleh

Mahasiswa KKN Dituntut Bisa Ikut Selesaikan Konflik Agraria

Para mahasiswa dan mahasiswi berpose sama menteri.
Para mahasiswa dan mahasiswi berpose sama Menteri Agraria dan ATR/ BPN RI.  .

Bengkulu, Kupasbengkulu.com– Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan menyarankan,  agar para mahasiswa dan mahasiswi  bisa ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan konflik agraria di Provinsi Bengkulu.

Tugas seorang mahasiswa dalam bidang kemasyarakatan juga harus terlihat, katanya. Salah satunya dengan bisa ikut berpartisipasi dalam penuntasan persoalan agraria.

“Hebat kalau mahasiswa mau berperan mengatasi sengketa tanah, minimal mendata tentang konflik pertanahan yang ada di Bengkulu,” ujar Ferry Mursyidan Baldan

Peran mahasiswa ini diharapkan nantinya, dapat diterapkan apabila para mahasiswa dan mahasiswi telah mengabdi dalam masyarakat. Namun tetap dalam kapasistasnya sebagai mahasiswa, yakni di program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Konflik pertanahan terkait persoalan kepemilikan lahan, harus diselesaikan secara holistik. Pemerintah mendorong masyarakat untuk pengelolaan dan pemanfaatan tanah. Kalau mahasiswa, mahasiswi belum bisa menyelesaikan, minimal laporkan ke badan pertanahan, nanti akan ditindaklanjuti,” ungkap Fery.

Dalam kesempatan sama, Rektor Universitas Bengkulu, Ridwan Nurazi meminta Menteri Agraria membantu pihaknya menyelesaikan sengketa tanah Kampus Unib, yang hingga kini belum juga selesai.

“Saat penyerahan tanah dari Pemerintah Provinsi Bengkulu ke Unib pada Tahun 1980, luasan tanah mencapai 1.000 Hektare, tapi yang kami kuasai saat ini hanya 105 hektare,” pungkas Rektor Unib, Ridwan Nurazi. (nvd)

News Feed