oleh

Mahasiswa UMB Praktikum di Yogyakarta Disambut Abu Vulkanik

Suasana hujan abu di Yogyakarta, pasca meletusnya Gunung Kelud di Kediri Jawa Timur.
Suasana hujan abu di Yogyakarta, pasca meletusnya Gunung Kelud di Kediri Jawa Timur.

kupasbengkulu.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) , Fakultas Kesehatan yang tengah praktikum kesehatan masyarakat di Yogyakarta ikut merasakan dampak hujan abu vulkanik kiriman dari letusan Gunung Kelud Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (14/2/2014). Adapun, mahasiswa yang ikut praktikum tersebut, sebanyak 143 mahasiswa ditambah 18 dosen pendamping. Saat ini, dosen dan mahasiswa tengah beristirahat di salah satu hotel di Jalan Tapang Puluhan Kota Yogyakarta.

”Ya, kedatangan kami ke Yogyakarta disambut dengan hujan abu vulkanik. Tapi, seluruh mahasiswa dan dosen dalam keadaan sehat,” kata Kepala Prodi Fakultas Kesehatan UMB, Hj Betri Anita, S.Km, M.Km, saat dihubungi via telepon genggamnya, Jumat (14/2/2014).

Ia mengatakan, rencana semula mahasiswa Fakultas Kesehatan, akan mengunjungi Universitas Restati Yogyakarta (URY) di Bang Sampah, Bantul Yogyakarta. Namun, melihat kondisi Yogyakarta tengah dilanda hujan abu vulkanik kiriman Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sehingga kunjungan ke URY ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

”Di penginapan dimana tempat kita menginap, mahasiswa tidak ada kegiatan sama sekali. Sebab, cuaca di luar masih diselimuti hujan abu,” terang dia.

Betri menambahkan, seluruh mahasiswa yang ikut praktikum akan diberikan masker guna mengantisipasi menghirup abu vulkanik di areal penginapan. Masker tersebut, lanjut dia, diperoleh dari PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Selain itu, tegas Betri, seluruh mahasiwa dilarang untuk berkeliaran di luar penginapan. Ia menjelaskan, lokasi dimana tempat penginapan mahasiswa, jarak pandang hanya sekitar 3 meter. Selain itu, untuk ketebalan abu vulkanik di areal penginapan kisaran 3 cm.

”Masker kita berikan sama mahasiswa, masker itu kita dapatkan dari PKU Muhammadiyah. Kita juga melarang mahasiwa untuk keluar dari areal penginapan,” tambah Betri.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed