oleh

Mangsa Warga Seluma, Gubernur Tunda Izin Tambang dan Perkebunan

Gubernu Bengkulu, Junaidi Hamsyah mendatangi BKSDA Bengkulu
Gubernu Bengkulu, Junaidi Hamsyah mendatangi BKSDA Bengkulu

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, mengecek langsung Harimau yang berhasil ditangkap dan diamankan di kantor BKSDA Provinsi Bengkulu.

Diketahui, Harimau tersebut ditangkap di areal perkebunan Desa Talang Beringin Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, karena diduga sebagai pemangsa warga setempat bernama Isman bin Buri hingga meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Setidaknya keresahan masyarakat sudah tertangangi. Sejak kejadian itu masyarakat dilarang dulu untuk tidak mendekati lokasi, namun sekarang larangannya sudah dicabut. Walaupun kondisinya sudah aman, kita tetap hati-hati,” kata Junaidi, Jumat (27/02/2015).

Salah satu penyebab yang paling mungkin mengakibatkan harimau tersebut keluar dari habitatnya, bahkan sampai menerkam warga salah satunya karena merasa terganggu oleh perambahan hutan yang belakangan sering terjadi.

Menanggapi hal itu, Junaidi menyampaikan, dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014, kewenangan atas izin hutan maupun kelautan ada di Gubernur dan hanya tinggal menunggu Peraturan Pemerintah (PP)-nya saja.

Dengan demikian, dirinya meminta, agar semua izin pertambangan dievaluasi terlebih dahulu dan menunda pemberian izin kepada tambang dan perkebunan baru untuk melihat kondisinya terlebih dahulu.

“Kita ingin semua tambang dievaluasi, karena ini sudah masuk ranahnya KPK. Imbas terlalu bebasnya izin selama ini oleh Bupati akhirnya semua hutan habis. Kalau perambah, paling hanya 5-10 orang, kemampuannya tidak seberapa. Tapi kalau sampai 10.000 hingga 50.000 hektar yang ditebang, ini luas sekali,” katanya.

Kendati demikian, Junaidi menambahkan, bukan berarti dirinya melegalkan perambah liar karena mereka akan tetap diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Upaya kita adalah menyehatkan kembali hutan, jangan sampai habis begitu saja. Untuk harimau ini akan dirawat dulu, setelah normal baru akan dikembalikan ke habitatnya. Kita akan koordinasi dengan lembaga yang paham tentang masalah ini untuk tahu lokasi mana yang tepat mengembalikan harimau,” demikian Junaidi.(val)

(Baca: Diumpan Kambing, Harimau Masuk Perangkap BKSDA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

seventeen + eighteen =

News Feed