oleh

Mau Tahu Asal Mula Jeruk Kalamansi, Baca Ini…

evi jerukkk
jeruk Kalamansi

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Sirup jeruk Kalamansi saat ini dengan mudah bisa didapat di Bengkulu mau pun daerah lain. Khususnya di tempat penjajah ole-ole atau pun supermarket. Kebun jeruk Kalamansi juga telah banyak di Provinsi Bengkulu, yang tersebar diberbagai kabupaten dan kota.

Hingga buah mungil dan sangat asam ini diklaim menjadi jeruk asli Bengkulu Tengah. Belum ke Bengkulu bila belum mencicipi sirup jeruk Kalamansi.

Namun, tahukah anda, bahwa jeruk Kalamansi awalnya hanya ada dua batang kecil di Bumi Rafflesia?.

Pasangan Suami Istri (Pasutri), Sutaji dan Dewi yang bekerja di Lembaga Pengembangan Peternakan Baptis (LPPB) Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah yang membawa dua batang kecil jeruk ini dari Philipina.

“Sekitar tahun 1992 kita ada semacam pelatihan pertanian di Philipina, dan jeruk Kalamansi adalah jeruk asal Philipina. Namanya, memang di sana Kalamansi,” kata Dewi, Kepala Kantor LPPB kepada kupasbengkulu.com, Sabtu (27/12/2014).

Menurutnya, dua batang kalamansi yang di peroleh dari Philipina saat itu, ditanam hingga tumbuh cukup besar. Kemudian langsung dikembangkan dengan berbagai metode. Seperti cangkok, okulasi, sambung stek, dan sambung pucuk.

Hasil pengembangan lalu tersebar dengan cepat, terlebih lagi ada kerjasama dengan pemerintah setempat. Sehingga warga Kabupaten Bengkulu Tengah mulai mengembangkan kebun jeruk Kalamansi. Baik secara pribadi maupun dibawah naungan koperasi.

”Dalam setahun satu batang jeruk kalamansi dapat menghasilkan buah hingga 45 Kg,” jelas dia.

Dari sekian banyak metode pengembangan, lanjut dia, sambung pucuk dipilih sebagai metode yang paling baik. Sebab, terang dia, metode ini mampu menghasilkan buah yang baik dan cepat berbuah. Sebab, batang jeruk Kalamasi tersebut dikawinkan dengan batang jeruk Japanesse Sitrun’ (Jessi).

Ia melanjutan, hingga saat ini LPPB rutin melakukan pengembangan bibit kalamansi yang dijual dengan harga variatif, mulai dari Rp 30 ribu. Kebanyakan dari bibit siap tanam yang dijual telah berbunga dan berbuah. Bahkan, rumah produksi LPPB juga menjual sirup jeruk kalamansi dalam kemasan.

“Kita terus berusaha mengembangkan pemanfaatan Kalamansi, saat ini konsultan pertanian kita dari Amerika sedang meneliti manfaat ampas jeruk kalamansi yang telah diambil jusnya. Dia sedang meneliti tentang kandungan minyak yang ada di ampas. Jika kelak berhasil ini dapat pula dicontoh oleh seluruh pemilik perkebunan di Bengkulu,” tutup Dewi.(***)

Penulis : Evi Valendri, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed